oleh

Tim Monitoring Distribusi Harga BBM dan LPG 3 Kg di Sub Penyalur

-Kabar Bima-4 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Tim Pengendalian Pendistribusian BBM dan LPG tabung 3 kg Pemerintah Kota Bima 2 hari ini memonitoring dan memantau pendistribusian dan harga LPG tabung 3 Kilogram dan minyak tanah non subsidi disejumlah sub penyalur.

Tim Pengendalian Pendistribusian BBM dan LPG Kota Bima saat memantau pendistribusian dan harga BBM serta LPG 3 Kg. Foto: Eric

Kabag Perekonomian Setda melalui Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Firman menyampaikan, tujuan monitoring ini untuk mengetahui kecukupan dan ketersediaan minyak tanah non subsidi dan LPG 3 kg di masyarakat, sekaligus memantau harga apakah sudah sesuai HET, juga untuk mengetahui kendala dalam proses pendistribusiannya.

“Monitoring ini agar kita mengetahui sejauhmana tingkat kebutuhan dan serapan penggunaan minyak tanah dan LPG 3 kg,” ujarnya, Kamis (13/2).

Untuk memudahkan monitoring tersebut kata Firman, pemerintah telah membentuk Tim Pengendalian Pendistribusian BBM dan LPG yang terdiri dari Bagian Perekonomian Setda, DPMPTSP, Diskoperindag, Kepolisian dan beberapa instansi terkait lainnya yang hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat akan minyak tanah dan LPG cukup dan terpenuhi.

Hasil pantauan, untuk harga minyak tanah non subsidi di tangan konsumen cukup bervariasi pada kisaran Rp13.500-16.000/liter dengan harga beli dari distributor Rp.13.000/liter. Sedangkan untuk harga gas LPG 3 kg juga berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Firman menuturkan, untuk harga minyak tanah non subsidi yang dibeli dari distributor 13.000/liter. Sedangkan gas LPG 3 sub penyalur membeli dengan harga 14.000/tabung di Agen, namun dijual kisaran Rp 16 sampai Rp 18 ribu setiap tabung.

“Minyak tanah non subsidi memang harganya tidak diatur dengan HET dan berlaku harga pasar. Namun untuk gas LPG 3 kg sudah ditetapkan HET Rp 15 ribu untuk setiap tabungnya,” bebernya.

Salah satu pemilik badan usaha UD Happy Kelurahan Rite Kecamatan Raba Ella mengungkapkan, untuk usaha penjualan minyak tanah dan gas LPG 3 kg masih berjalan seperti biasa. Dengan kisaran penjualan minyak tanah Rp 13.500 rupiah untuk setiap liternya, sedangkan gas LPG 3 kg mencapai Rp 17 ribu setiap tabungnya.

“Baik tingkat pembelian minyak tanah dan juga gas LPG, selalu habis setiap pekan digunakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, Tim Pengendalian Pendistribusian BBM dan LPG mengingatkan agar pemilik usaha tidak menjual keluar dari wilayahnya. Apabila terjadi kelangkaan dan tidak menjual dengan harga tinggi, maka mencekik masyarakat yang kurang mampu.

“Karena UD Happy belum memasang plank HET LPG 3 kg, maka diminta untuk segera dipasang. Agar masyarakat bisa tahu, bahwa HET LPG tabung 3 kg itu Rp 15 ribu,” tambah Firman.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru