oleh

Warga Jatibaru Timur Minta Dewan Perhatikan Kantor Lurah dan Terminal

-Kabar Bima-24 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Pada masa sidang kedua tahun 2020, anggota DPRD Kota Bima Dapil III Kecamatan Asakota menggelar jaring aspirasi masyarakat di Kelurahan Jatibaru Timur, Selasa sore (18/2). Kegiatan tersebut dihadiri lurah setempat dan puluhan masyarakat setempat.

Suasana reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota di Kelurahan Jatiwangi Timur. Foto: Bin

Reses dimaksud dihadiri 5 orang wakil rakyat di Dapil setempat, masing – masing Wakil Ketua DPRD Kota Bima Hj Anggriani dan 4 orang anggota yakni Khalid, Hj Gina, Syamsuddin dan Sukri Dahlan.

Lurah Jatibaru Timur Abdul Karim saat sambutan berharap reses kali ini bisa lebih banyak aspirasi masyarakat yang bisa diwujudkan. Apalagi kelurahan tersebut baru dibentuk dan masih banyak kebutuhan infrastruktur yang mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Untuk itu kami meminta kepada masyarakat, agar menyampaikan aspirasi berdasarkan kebutuhan yang sangat penting, agar tidak begitu sulit direalisasikan oleh para wakil rakyat ini,” ujarnya.

Ketua RT 15 Syafrudin H Amin saat menyampaikan aspirasi meminta kepada para wakil rakyat agar memperhatikan kantor Lurah Jatibaru Timur, karena sudah 2 kali aparatur pemerintah setempat harus pindah tempat kerja karena tidak ada kantor.

“Pemerintah Kelurahan Jatibaru Timur belum punya kantor, masih sewa rumah orang. Jadi mohon diperhatikan untuk dibangun baru,” harapnya.

Ia juga berharap kepada 5 anggota dewan tersebut agar memperhatikan kondisi terminal Jatibaru saat ini. Kondisinya sejak dulu tidak pernah diurus. Padahal terminal itu sering digunakan untuk kegiatan masyarakat. Namun selalu luput dari perhatian.

“Kondisi terminal itu memperihatinkan. Aspalnya sudah lama rusak, padahal terminal setiap tahun dipakai untuk dilaksanakan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Jadi mohon diperhatikan dan diperbaiki pak dewan,” pintanya.

Selain 2 aspirasi tersebut, sejumlah aspirasi lain juga disampaikan masyarakat setempat. Seperti bantuan kelompok tani untuk diperhatikan serius. Kemudian parit DAM Rababou sepanjang 400 meter diperbaiki, pembukaan jalan baru serta sejumlah aspal jalan di lingkungan setempat.

Warga lain Syarif meminta agar dewan membangun kembali pemagaran permanen kuburan. Sejak tahun 2016 dihantam banjir, sampai sekarang belum kunjung diperbaiki.

“Kuburan sudah dipenuhi najis, sehingga masyarakat harus memakai sandal ketika masuk kuburan. Mohon dialokasikan anggaran untuk membangun pagar kuburan tersebut,” inginnya.

Bambang Purwanto juga menambahkan, kuburan tersebut belum pernah diintervensi oleh pemerintah. Lahan kuburan itu bukan pengadaan dari pemerintah, tapi urunan dari dari masyarakat setempat. Sekarang kondisinya sudah semakin sempit, jadi perlu ada pengadaan lahan baru untuk kuburan.

“Maka saatnya sekarang pemerintah melihat kuburan kita, lihat kondisi obyektif kuburan itu. Kuburan juga semakin sempit. Karena ini menyangkut kepentingan umum, jadi kebutuhan kuburan itu harus jadi skala prioritas untuk diperhatikan,” tegasnya.

Anggota dewan Syamsuddin, pihaknya siap menindaklanjuti usul dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Namun di sisi lain juga harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.

Soal pengadaan lahan kuburan menurut dia, sudah menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi. Sementara pemagaran kuburan, akan disampaikan pada saat rapat komisi.

“Dari sekian aspirasi yang disampaikan Ketua RT Syafrudin, akan menjadi atensi kami,” terangnya.

Anggota dewan lain Khalid dan Sukri Dahlan menambahkan, pihaknya memiliki komitmen untuk mendorong terwujudnya aspirasi tersebut. Sebagai wakil rakyat, akan memperjuangkan keinginan masyarakat tersebut agar bisa secepat direalisasikan.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru