Pemuda di Rontu Tagih Janji Lutfi-Feri Ciptakan 10 Ribu Lapangan Kerja

Kota Bima, Kahaba.- Pemuda di Kelurahan Rontu menagih janji Walikota dan Wakil Walikota Bima Lutfi-Feri soal menciptakan 10 ribu lapangan pekerjaan. Pasalnya di kelurahan setempat ada sekitar 1.000 pemuda yang masih menjadi pengangguran.

ketua Karang Taruna Rontu saat menyampaikan aspirasi di acara reses DPRD Kota Bima. Foto: Bin

Ketua Karang Taruna Kelurahan Rontu Rawin Fals mengawali penyampaian aspirasi pada acara reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Rasanae Timur dan Raba, di Halaman Kantor Lurah Rontu, Sabtu sore (22/2) dengan menagih janji kepala daerah tersebut. Sebab, hingga saat ini belum ada lapangan kerja yang dibuka untuk mengurangi pengangguran.

“Mana janji menciptakan 10 ribu lapangan kerja itu. Kami pemuda di Rontu belum melihat janji itu diwujudkan,” sorotnya.

Maka melalui kesempatan jaring aspirasi masyarakat itu, ia meminta kepada para wakil rakyat untuk mempertanyakan janji itu kepada Walikota dan Wakil Walikota Bima. Sudah sejauh mana janji itu direalisasikan, karena generasi muda juga butuh pekerjaan.

Aspirasi warga lain, Wawan berharap kepada anggota dewan untuk upayakan bor air di wilayah RT 02, karena saat ini masih kekurangan air.

“Jangankam musim kemarau, musim hujan juga kami kekurangan air bersih. Jadi mohon bantu kami untuk bor air pak dewan,” harapnya.

Demikian juga disampaikan oleh Suria, ia mengungkapkan air bersih di Masjid Al Ridwan juga krisis. Keadaan ini juga menghambat ibadah warga setempat.

“Mohon sekiranya dibantu air bersih untuk masjid kami,” inginnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bima Syahbuddin menjelaskan, tentang visi misi Walikota dan Wakil Walikota Bima menciptakan 10 lapangan kerja, pemerintah audah gelontorkan anggaran untuk ciptakan wirausaha baru sebesar Rp 2,2 miliar di Dinas Pertanian.

“Rp 2,2 miliar itu yakni untuk pengadaan bibit unggas Rp 1 miliar lebih, Rp 150 juta pengadaan entok, Rp 950 juga untuk unggas dan Rp 1,2 miliar pengadaan pakan,” ungkapnya.

Dari alokasi anggaran ini, Duta Partai Gerindra itu berharap kepada pemuda dan lurah segera jemput program dimaksud. Entah itu membentuk kelompok atau bagaimana, namun harapannya program dimaksud bisa diambil.

“Minimal Rontu bisa dapat 5-10 kelompok. Agar ada aktivitas untuk anak muda,” terangnya.

Diakui Syahbuddin, pemerintah sebelumnya juga telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 12 miliar untuk menciptakan lapangan kerja. Namun selama ini terbentur dengan regulasi.

“Akhirnya pada tahun ini anggaran untuk itu dialokasikan sebesar Rp 7,5 miliar. Ini merupakan perhatian pemerintah, untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda secara bertahap selama 5 tahun,” jelasnya.

Soal krisis air bersih, anggota dewan lain M Irfan mengungkapkan bahwa sudah ada bor Kanada yang masuk di lurah setempat. Lokasinya di sekitar kantor lurah. Hanya saja sedalam apapun air di bor, tapi tidak menemukan air

“Ini tentu menjadi atensi kami yang ada di legislatif bagaimana ini diperjuangkan dan diwujudkan,” katanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *