Dinding Berlubang, Lantai Masjid Nur A Latif Dipenuhi Air

Kota Bima, Kahaba.- Masjid Nur A Latif yang berada di belakang halaman Kantor Walikota Bima sudah selesai dibangun. Tempat ibadah tersebut beberapa terakhir juga sudah bisa dimanfaatkan aparatur setempat dan masyarakat.

Kondisi lantai Masjid Nur A Latif yang basah karena hujan. Foto: Bin

Namun kondisinya saat ini, pada bagian ornamen dinding yang berlubang di sisi utara dan selatan, menyebabkan air hujan masuk dan membahasi lantai. Tentu saja menganggu orang yang sedang menjalankan ibadah.

Seperti yang terlihat Senin siang kemarin, saat hujan turun, lantai di pinggir ornamen dinding berlubang tersebut dipenuhi air. Sehingga lantai di pinggir masjid tidak bisa digunakan untuk beribadah.

Seperti disampaikan salah seorang warga yang mampir untuk menjalankan sholat Dzuhur di masjid tersebut. Karena lantai di pinggir basah, akhirnya memilih untuk sholat di bagian depan dan tengah.

“Tidak bisa sholat di pinggir, lantainya basah,” ujar Dayat, kemarin.

Ornamen dinding itu diakuinya bagus. Menambah keindahan masjid yang baru dibangun tersebut. Tapi dinding yang berlubang tersebut tentu akan menganggu aparatur dan warga yang beribadah. Bagaimana nanti kalau sholat berjamaah aparatur dan masyarakat di waktu Dzuhur dan Asar, kemudian hujan turun, tentu shaf di bagian pinggir pasti kebasahan.

Ia berharap Pemerintah Kota Bima bisa memikirkan soal ornamen dinding berlubang tersebut. Agar hujan tidak masuk dan membasahi lantai saat sholat berjamaah.

*Sekarang kan musim hujan, bisa saja hujan turun saat nanti sholat berjamaah Dzuhur dan Asar,” katanya.

Sementara itu, PPK Proyek Pembangunan Masjid Nur A Latid, Agus Musalim menjelaskan, pemerintah memang sudah memikirkan masalah ornamen dinding berlubang tersebut. Solusinya, tergantung dari perencanaan berikutnya.

“Yang pasti saat ini pembangunan masjid Nur A Latif sudah sesuai dengan perencanaan awal, yang sudah direncanakan pada tahun 2018. Karena desainnya seperti ini, maka konsekuensi hasil pekerjaannya memang seperti itu, tidak bisa kita pungkiri lagi,” terangnya.

Diakui Agus, saat ini memang sudah ada wacana untuk memperbaiki ornamen dinding berlubang tersebut, agar hujan tidak membasahi lantai. Solusinya ada dua, yang pertama yakni dengan pemasangan kaca tebal, kemudian yang kedua yakni pemasangan tirai transparan.

“Makanya saat ini masih dicari tahu mana yang tepat untuk dipasang di bagian dinding tersebut, dengan estimasi anggaran yang memadai. Apakah dianggarkan pada APBD perubahan 2020 atau tahun depan,” jelasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *