Sosialisasi Program AUTSK, Jasindo Berikan Solusi dan Kepastian untuk Peternak

Kabupaten Bima, Kahaba.- PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Bima menggelar Sosialisasi Program Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTSK) di aula SMKN 3 Kota Bima, Rabu (26/2). Kegiatan dimaksud juga dihadiri Kepala Jasindo Cabang Mataram, Kepala Jasindo Cabang Bima Aditya, pejabat Dinas Peternakan Kabupaten Bima, sejumlah penyuluh dan kelompok ternak.

Sosialisasi Program AUTSK dan KUR Tahun 2020 oleh Jasindo. Foto: Bin

Kabid Agribisnis Dinas Pertanian Kabupaten Bima Mahmud saat menyampaikan sambutan mengaku, animo masyarakat atau peternak untuk masuk mengambil asuransi usaha ternak sudah cukup besar. Bahkan dari target pihaknya hanya 500 ekor, namun saat ini jumlahnya sekarang mencapai 3-4 kali lipat.

“Artinya, animo peternak mengambil asuransi ini luar biasa,” terangnya.

Menurut Mahmud, antusiasnya peternak mengambil asuransi Jasindo, karena ada kepastian ganti rugi kematian ternak. Jika peternak memelihara ternak, kemudian ada hal-hal yang menyebabkan ternak tersebut meninggal dunia, maka pemilik ternah sudah tidak khawatir, karena dipastikan mendapatkan asuransi.

“Ini yang betul-betul sangat dirasakan manfaatnya oleh peternak, Jasindo memberikan kepastian kerugian,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan data dari Dinas Peternakan Kabupaten Bima, sudah cukup banyak klaim asuransi kematian ternak, jumlahnya sekitar 200 juta lebih. Untuk itu, dari kegiatan ini pihaknya berharap para peternak yang belum mengambil asuransi Jasindo, agar segera mengambil. Agar yang dipelihara juga aman, dibanding dengan iuran yang hanya Rp 40 ribu per ekor per tahun.

Suasana sosialisasi Program AUTSK dan KUR Tahun 2020 yang dihelat Jasindo Cabang Bima. Foto: Bin

“Melalui momen ini, kami pun menyampaikan terimakasih banyak kepada Jasindo, karena perhatian untuk para peternak ini sungguh luar biasa,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Jasindo Wilayah NTB Erwin A Sasongko melalui sambutan singkatnya mengungkapkan, asuransi sapi yang sudah terealisasi sebanyak 2 ribu lebih. Dari jumlah itu pun, ada yang sudah habis dan belum belum habis masa asuransinya selama satu tahun.

Ia mengaku, asuransi Jasindo merupakan asuransi milik negara, pihaknya hanya bertugas untuk mengemban amanah ini, dengan apapun resikonya akan diterima.

“Yang terpenting yakni tetap komunikasi, jangan khawatir dengan Jasindo, karena Jasindo akan selalu memberikan solusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua kelompok KUR Sape BNI di Desa Tangga Kecamatan Monta, Ramlin menyampaikan ucapan terimakasih yang mendalam kepada Jasindo. Karena telah memberikan solusi dan kepastian ganti rugi terhadap ternak mereka yang mati.

Penyerahan secara simbolis mesin pencacah rumput kepada kelompok ternak. Foto: Bin

“Sampai hari ini ada 5 ekor sapi kami yang mati dan diganti oleh Jasinod sesuai dengan besar kerugian,” terangnya.

Dia mengaku, kelompoknya beranggota 200 orang. Masing – masing juga mendapat bantuan dana KUR BNI sekitar Rp 20 juta – Rp 25 juta, dengan masa pinjaman 10 dan 11 bulan.

Sampai saat ini, pengelolaan ternak dilakukan masing-masing individu. Dengan adanya bantuan KUR BNI, kelompoknya dapat memanfaatkan dengan baik untuk menambah modal.

“Awalnya kita beternak hanya 2 ekor, sekarang sudah memiliki 4-5 ekor,” sebutnya.

Ramlin kembali menyampaikan terimakasih kepada Jasindo yang telah memberikan bantuan mesin pencacah rumput kepada kelompok ternak tersebut.

“hari ini diserahkan 2 unit mesin pencacah rumut, kelompok kami terima 1 unit, dan dari Kota Bima terima 1 unit. Bantuan ini tentu akan kami manfaatkan dengan sebaik-sebaiknya,” tambah Ramlin.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *