SDN 69 Kabanta Luput Dari Perhatian Pemerintah

Kota Bima, Kahaba.- Sejak berdiri 39 tahun silam, SDN 69 Kabanta Kota Bima sampai saat ini belum memiliki pagar permanen. Padahal pagar sekolah merupakan sarana penting untuk terwujudnya keindahan dan keamanan lingkungan sekolah.

Kondisi SDN 69 Kabanta yang tidak ada pagar. Foto: Firman

Apalagi lokasi sekolah ini berada di tengah-tengah masyarakat yang masih banyak memiliki hewan ternak. Di samping itu, keberadaan pagar permanen membuat lingkungan sekolah bisa ditata dengan baik, akan terjaga kebersihan lingkunganya. Pada akhirnya menunjang proses belajar mengajar yang ramah dengan lingkungan.

Kepala Sekolah SDN 69 Kabanta Fahrul Kamil mengatakan, selama ini pagar sekolah ini hanya mengandalkan pagar manual yang dibuat dari bambu dan hampir setiap tahun harus dilakukan perbaikan.

“Karena masih pagar manual, kondisi ini jauh dari keamanan, sehingga hewan ternak tetap saja bisa masuk,” ujarnya, Kamis (27/3)

Padahal, pihaknya mengakui sudah lama mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Bima untuk memperhatikan kondisi ini.

“Dari kepala sekolah yang dulu-dulu sudah diajukan, namun tidak mau direalisasikan,” terangnya.

Menurut Fahrul Kamil, jangan Janji-janji saja yang diberikan kepada sekolah setempat. Padahal ini salah satu kebutuhan penting dalam menunjang civitas pendidikan di sekolah ini.

“Jangan karena jauh dari pusat kota kami tidak diperhatikan, perlakukan yang sama dengan sekolah lain,” pintanya

Jika kondisi ini terus berlanjut kata dia, masalah-masalah yang timbul seperti berkeliaranya binatang ternak menjadikan sekolah ini tidak bisa ditata keindahan dan keamanannya.

“Maka harapan besar kami agar Pemerintah Kota Bima dapat segera mengupayakan terealisasinya anggaran pembangunan pagar untuk Sekolah SDN 69 Kabanta Kota Bima,” pungkasnya.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *