oleh

Mutasi Akhir Desember Lalu, 2 ASN Menjabat di Satu Tempat

Kota Bima, Kahaba.- Sejak pelantikan pejabat struktural eselon II dan III akhir Desember 2019, ternyata ada 2 ASN yang masih menjabat pada 1 tempat, yakni di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 2 ASN tersebut menjabat sebagai Kasi Pencemaran Lingkungan Hidup pada DLH Kota Bima, yaitu Meirna Rosniawaty dan Kuryadin.

Mutasi Akhir Desember Lalu, 2 ASN Menjabat di Satu Tempat - Kabar Harian Bima
Ilustrasi

Kepala BKPSDM Kota Bima Muhammad Saleh yang coba dikonfirmasi selama 3 hari terakhir, tidak mau menjawab pertanyaan dari awak media. Dihubungi via pesan singkat (sms) dan telefon seluler, hingga berita ini dinaikkan tidak mau menjawab.



Sementara itu Sekda Kota Bima dan juga Ketua Tim Baperjakat H Mukhtar yang diklarifikasi mengakui adanya 2 ASN yang menjabat pada 1 dinas.

Baca:   Soal Mutasi, PNS Audiens dengan Komisi A

“Benar ada 2 ASN berada pada 1 jabatan, dan itu hanya salah ketik saja. Wajar manusia ada kekhilafan,” ujarnya, Minggu (1/3).

Mantan Kepala Dinsos tersebut menuturkan, akibat kesalahan tersebut, pihaknya telah melakukan upaya perbaikan. Agar jabatan 2 ASN tersebut, salah satunya ditempatkan pada jabatan lain.

“Sudah kami pisahkan, dan 2 ASN telah bekerja kembali seperti biasa,” katanya.

Baca:   Wawali tidak Terlihat Hadiri Acara Pelantikan, Benarkah tidak Diundang?

Tapi saat ditanyakan apa jabatan baru bagi salah satu ASN, yang ditempatkan pada jabatan berbeda. Justeru Sekda tidak mampu menjawab dengan pasti, dan mengaku lupa.

“Untuk Meirna Rosniawaty itu menjabat sebagai Kasi Pencemaran Lingkungan Hidup, sedangkan Kuryadin itu saya lupa menjabat sebagai apa. Tapi yang jelas masih bekerja pada DLH Kota Bima,” pungkasnya.

Baca:   Ini 18 Pejabat yang Dimutasi Bupati Bima

*Kahaba-04


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Sekelas sekda menjawab firus salah ketik… Dimana otak dan dengkul kamu kawan.. bukan Desember itu mutasi… Menandakan kebodohan itu sangat terjadi di pemerintahan ini dan tidak udah marah klo di kritik ini adalah kebodohan pemerintah kota selama berdiri… Tak kira hanya firus Corona.. Muhtar dan salah malah kena firus salah ketik… Buta huruf atau kata lain totol dan dunggu