oleh

Polemik di SDN 19, Wali Murid Diminta tidak Lebay dan Harus Bijaksana

Kota Bima, Kahaba.- Kabid Dikdas Dinas Dikbud Kota Bima Gufran meminta agar polemik wali murid SDN 19 Kota Bima dan pihak sekolah setempat bisa diselesaikan dengan baik dan bijaksana.

Polemik di SDN 19, Wali Murid Diminta tidak Lebay dan Harus Bijaksana - Kabar Harian Bima
Kabid Dikdas Dinas Dikbud Kota Bima Gufran. Foto: Eric

Orang tua yang kesal karena anaknya tidak bisa mengikuti program renang di Arema Raya, kemudian menumpahkan kekecewaan di media sosial Facebook (FB) juga diharapkan tidak berlebihan dan lebay.



Menurut Gufran, seharusnya masalah tersebut tidak harus heboh di media sosial. Cukup diselesaikan secara internal sekolah dan dilakukan dengan mediasi.

Baca:   Masih Ada Sekolah Terapkan Belajar Tatap Muka, Ini Penjelasan Dikbud

“Inikan masalah sepele, cukup disikapi dengan sikap dewasa dan bijaksana dalam berpikir,” ujarnya, Senin (9/3).

Gufran menjelaskan, jika merujuk dari cerita yang ada maka wali murid sebaiknya mendatangi pihak sekolah dan menanyakan perihal ketidakikutsertaan putranya dalam program renang. Sehingga bisa dicarikan solusi bersama, agar ke depan putranya bisa ikut kembali program renang.

“Wajar guru olahraga tidak mengikutsertakan siswa karena tidak ada kelengkapan berenang. Apabila terjadi hal tidak diinginkan juag sekolah akan disalahkan,” katanya.

Baca:   Dimutasi, Hafid Beberkan Korupsi Dana BOP Kesetaraan Rp 300 Juta

Meskipun begitu kata Gufran, sekolah juga harus cepat proaktif bila ada siswa yang tidak bisa ikut serta dalam program sekolah, baik itu renang dan lainnya. Sehingga wali murid bisa dikabarkan terlebih dahulu dan bisa terjalin komunikasi yang baik.

“Apapun masalah yang menimpa siswa, kita harus lebih dulu menyikapi dengan arif dan bijaksana. Karena guru adalah pembimbing dan yang mencerdaskan generasi bangsa, sebenarnya juga tidak mungkin memiliki niat yang tidak baik pada siswa,” tandasnya.

Baca:   Monev di Dinas Dikbud, Dewan Bahas Sertifikasi dan Vaksinasi Pelajar

Ia menambahkan, dari kejadian inipula dapat menjadi pelajaran, jika ada masalah yang menyangkut siswa, sebaiknya mendatangi sekolah dan membicarakan dengan baik. Sehingga bisa duduk bersama serta mencari jalan keluarnya.

“Orangtua jangan lebay, dan jangan korbankan pendidikan anak hanya karena ego sesaat. Jadi bijaksanalah menjadi orang tua dan bermedsos. Sebab yang pasti, tanpa jasa guru kita saat ini bukanlah apa-apa,” tambahnya.

*Kahaba-04


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 komentar

  1. Hari ini jarang orang tua murid yang menyalahkan anaknya setiap ada masalah paari guru yang menjadi tumbal. Setiap laporan anaknya pasti disikapi dengan seeius, kekesalan, kebencian pada guru itu luar biasa, jarang mikir anqk x bisa jadi pimtar kr guru boro-boro minta maaf malah guru sudah dipresur dg cara yang tidak etis, ingat bapak/ ibu sampai mati-pun jasa guru ndak bisa dibalas. Kami sebagai guru memang tidak pernah mengeluh pada bapak/ibu bagaimana sulitnya kami sebagai pendidik beehadapam dengan karakter siswa belum lagi yang nakal melampaui tp kami sadar tanggungjawab sbg pedidik itu adalah RESIKO.

  2. lebih baik kembli menjadi orang tua era 80/90-an.., mereka sgt menghargai guru baik guru ngaji maupun guru di sekolah. jika anaknya khatam alqur’an wajib hukumnya buat mrka memberikan bingkisan sederhana berupa beras, tikar baru dan bantal baru untuk guru ngaji(mungkin ada filosofix 3brg tsb. entahlah:). demikian jg ketika pembagian rapor tiap cawu.. guru pasti dapat telur rebus sebagai oleh2 dari siswa. memang tak seberapa, tapi yg jelas walupun sederhana dan tak seberapa nilainya itu merupakan wujud penghargaan terhadap guru ngaji.

  3. lebih baik kembli menjadi orang tua era 80/90-an.., mereka sgt menghargai guru baik guru ngaji maupun guru di sekolah. jika anaknya khatam alqur’an wajib hukumnya buat mrka memberikan bingkisan sederhana berupa beras, tikar baru dan bantal baru untuk guru ngaji(mungkin ada filosofix 3brg tsb. entahlah:). demikian jg ketika pembagian rapor tiap cawu.. guru pasti dapat telur rebus sebagai oleh2 dari siswa. memang tak seberapa, tapi yg jelas walupun sederhana dan tak seberapa nilainya itu merupakan wujud penghargaan terhadap guru.