oleh

Sunarti Klarifikasi Soal Pengadaan Banana Boat dan Kolam Renang di Lawata  

-Kabar Bima-Dibaca 1 kali

Kota Bima, Kahaba.- Mantan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Sunarti menyampaikan klarifikasi soal keterangan polisi waktu turun cek sejumlah fasilitas dan sarana di Pantai Lawata.  Menurut Sunarti, penting ia berikan klarifikasi, karena pembangunan fasilitas dan pengadaan sarana waktu itu saat dirinya memimpin dinas tersebut. (Baca. Diduga Bermasalah, Polisi Turun Cek Fasilitas di Pantai Lawata)

Sunarti Klarifikasi Soal Pengadaan Banana Boat Dan Kolam Renang Di Lawata   - Kabar Harian Bima
Kepala dinas kebudayaan dan parawisata kota bima sunarti. Foto: hardi

Soal pengadaan banana boat kata dia, hanya 1 unit, bukan 4 unit. Sementara mengenai salurah pembuangan kolam renang, jelas ada.



“1 saja banana boat itu. Lalu mengenai disebutkan tidak ada saluran pembuangan untuk kolam renang, pasti lah ada pembuangannya,” tegas Sunarti, kemarin. (Baca. Polisi Minta Dokumen Pembangunan Fasilitas Pantai Lawata, Dispar Akan Kooperatif)

Menurut dia, ia sangat tidak sepakat jika dibilang pembangunan kolam renang proyek gagal. Karena sebelum dibangun, telah melalui tahapan analisa dan kajian oleh tim Bappeda dan Dinas PUPR. (Baca. Dewan Dukung Polisi Usut Dugaan Masalah Pembangunan Fasilitas di Pantai Lawata)

Sunarti memaparkan, waktu itu tim mengatakan cukup air untuk kolam dengan sumber air di Kadole. Kemudian dalam perjalanannya, mesin pemompa air rusak. Akhirnya oleh Dinas PUPR membeli mesin baru dengan kapasitas besar.

“Tapi kendalanya listrik yang tidak tersedia, Kwh listriknya tidak mampu untuk mendorong mesin untuk suplai air. Jadi bukan masalah listriknya, tapi mesin yang berkapasitas besar,” terangnya.

Sekarang sambung Sunarti, Dinas PUPR ini sedang dalam tahap tambah daya listrik di Kadole. Agar mesin baru dengan Kwh besar tersebut bisa digunakan dan mengaliri air hingga ke Pantai Lawata dan Masjid Terapung.

Sementara untuk alternatif lain, sudah dicoba beberapa kali geolistrik di Pantai Lawata, namun tidak ada hasil. Kemudian dicari di wilayah PLUT sampai pada proses pemboran. Airnya besar, karena memakai bor kanada. Kemudian untuk mendapatkan air bersih dan bebas bakteri, pengeboran terus dilakukan, hanya saja terbentur adanya batu besar.

“Sekarang sedang diupayakan lagi titik yang lain di PLUT. Jadi intinya, kita ini tidak pernah diam dan selalu berupaya untuk mendapatkan air agar dialiri di kolam renang Pantai Lawata,” pungkas Sunarti.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Sebelum pembuatan kolam renang di lawata sudah melakukan studi banding … Jadi hasil studi banding nya begini ya hasilnya Bu… Aduh berati SDM dilingkungan kerja dan team work kurang paham tentang konsep pembuatan kolam renang yang baik dan air selalu jernih tanpa diganti Bu…. Itu pembuatan kolam renang nya dibawah kata standar higenis… Airnya ntar tiap hari akan keruh dan digantikan dan akan banyak biaya operasional … Bu kita membuat kolam renang tdk seperti yg dilakukan oleh team ibu ini semua harus diperhitungkan termasuk tingkat kekeruhan air yang disebabkan oleh sinar matahari langsung, dan oleh kotoran orang yang berenang pada tempat tersebut… Jadi mohon di undang orang yang mengerti konsep pembuatan kolam renang bukan asal jadi kayak sekarang… Krn pada dasarnya air TDK perlu diganti cuma ditambahin kalau kurang akibat penguapan dan tumpahan pada saat mandi… Kalau perlu boleh kita sharing biar tahu arti dari system’instalasi kolam renang Bu…

    1. Tidak perlu sering lagi mas Fauzi Krn sudah di buat dgn konsep sekadarnya… Beli mesin aja tidak lihat kWh wkkkkkk wajar klo ibu hanya plt klo jadi definitif dunia kota Bima hancur wkkkkkk sukur pensiun sudah.. ya kita harus cari solusi dari kerjaan yang udah terlanjur ini… Kanae doa aja ibu Sunarti semoga tidak ada masalah kanae zikir bagi kataho kanaha buat beramal juga ain na nefa mroi bune Robin hut ku rampok buat rakyat

  2. Semua proses perencanaanya sudah di lalui. Kalaupun terjadi kendala, itu wajar. Yang penting mau dan sudah diadakan proses perbaikan. Mengenai salah pemberitaan di beberapa media terkait banana boat, akhirnya terungkap sudah bahwa hanya 1 banana boar yg rusak bukan 4 seperti yg diberitakan beberapa media kemarin.
    TOP kahaba, selalu berimbang dan faktual

Kabar Terbaru