FGD Pupuk Bersubsidi, Syafrudin Harap Pupuk Kaltim Hadir untuk Sejahterahkan Petani

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPR RI H Muhammad Syafrudin menghadiri kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pupuk Bersubsidi yang digelar PT Pupuk Kaltim di Homestay Mutmainnah, Senin (16/3). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kota dan Kabupaten Bima, para pengecer, distributor dan sejumlah petani.

Anggota DPR RI H Muhammad Syafrudin saat menyerahkan bantuan pupuk kepada petani. Foto: Bin

Syafrudin saat sambutan menekankan kepada pihak Pupuk Kaltim agar penyampaian pupuk subsidi dengan tepat sasaran. Sehingga tidak ada lagi kelangkaan pupuk dan harga yang mencekik para petani.

“Karena pupuk subsidi ini sudah diatur semua dan mempunyai juknis,” tegasnya.

Duta PAN itu itu juga meminta agar dengan hadirnya PT Pupuk Kaltim, dapat digunakan sebaik mungkin dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Pulau Sumbawa.

Saat acara FGD tersebut H Muhammad Syafrudin juga menyerahkan bantuan pupuk urea 5 kg non subsidi kepada petani yang hadir.

Pada kesempatan FGD tersebut dirinya mengharapkan agar peserta FGD yang hadir menyampaikan kondisi ril tentang data kekurangan alokasi pupuk di masing-masing daerah. Sehingga bisa ia sampaikan kepada pemerintah pusat.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima Indra Jaya menegaskan, isu kelangkaan pupuk di Kabupaten Bima itu tidak ada. Selama ini hanya dilempar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Hubungan pengecer, PPL dan distributor juga harmonis, tidak ada masalah.

“Sehingga H Syafrudin sebagai anggota DPR RI bisa membawa kenyataan ini untuk disampaikan ke pusat, bahwa pupuk di Bima aman,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima yang diwakili Kabid PSP Syarifudin menyampaikan, usulan Kota Bima untuk pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 3 ribu ton. Hanya saja terealisasi sekitar seribu lebih ton.

Maka melalui kesempatan ini pihaknya sangat berharap kepada H Syafrudin untuk bisa menyampaikan hal ini ke pemerintah pusat, agar alokasi tambahan bisa didapatkan untuk Kota Bima.

“Realiasi hingga Maret sudah 75 persen, sehingga persediaan untuk MK 1 dan MK2 dan dan MH tahun mendatang, masih tersedia. Kendati demikian, tetap kita butuh tambahan alokasi,” katanya.

Mengenai isu kelangkaan tambahnya, di Kota Bim tidak ada. Apalagi di Kota Bima juga tidak ada penjarahan seperti di daerah lain.

Suasana Forum Group Discussion (FGD) Pupuk Bersubsidi. Foto: Bin

Sementara itu, GM PSO Pupuk Kaltim Muhammad Yusri mengakui, acara hari ini diinisiasi langsung oleh Anggota DPR RI H Muhammad Syafrudin. Tentu saja ini menunjukkan perhatiannya pada masalah pupuk bersubsidi di Bima.

Ia mengungkapkan, di NTB operator pupuk ada 2 perusahaan, salah satunya PT Pupuk Kaltim. Namun, pihaknya hanya terkait pada penyaluran urea.

“Pupuk Kaltim memprodukai Urea 3,4 juta ton pertahun, dan ini yang paling besar dari perusahaan lain. Artinya pupuk Kaltim siap mengalokasikan berapa pun permintaan.. Mengenai kekurangan alokasi juga akan kita tambahkan,” tegasnya.

I menyebutkan, pada tahun 2017, urea dialokasikan sebanyak 1,7 juta ton, tahun 2018 sebanyak 1,4 juta ton, tahun 2019 sebanyak 1,1 ton dan tahun 2020 jumlahnya tidak mencapai 1 juta ton,

“Tapi kalau di Bima, tidak menurun, tapi malah bertambah,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *