Kader PAN Marah, Umbul-Umbul Kuning Putih Terpasang di Kantor Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Para kader PAN di Kota Bima diresahkan dengan pemasangan umbul-umbul berwarna kuning putih di kantor Walikota Bima, kediaman Walikota dan Wakil Walikota Bima. Pasalnya, warna umbul-umbul tersebut tidak mencerminkan warna partai kepala daerah.

Umbul-umbul kuning putih yang dipasang di Kantor Walikota Bima. Foto: Bin

Kader PAN Kota Bima Syamsurih mengaku, seluruh kader PAN kecewa melihat warna umbul-umbul tersebut. Padahal warna yang terpampang untuk kegiatan pemerintahan menunjukkan identitas partai politik.

“Partai politik Walikota dan Wakil Walikota Bima ini Golkar dan PAN. Kenapa justru warna umbul-umbul ini kuning putih. Kenapa tidak memakai warna kuning biru,” sorotnya, Selasa (17/3) saat menghubungi media ini.

Keberadaan umbul-umbul tersebut ramai terpasang di Kantor Walikota Bima. Bahkan di kediaman Walikota dan Wakil Walikota Bima. Di rumah orang nomor 2 di Kota Bima tersebut akhirnya diturunkan.

“Jelas kita kecewa, warna kuning putih itu maksudnya apa?,” tanyanya.

Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bima itu meminta pemerintah melalui dinas terkait untuk menurunkan umbul-umbul tersebut. Tidak baik menunjukkan sesuatu yang membuat perasaan tidak nyaman seperti ini.

“Jelas kita marah, turunkan itu,” desaknya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setda Kota Bima Muzzamil yang dikonfirmasi menjelaskan, tidak ada niat, maksud dan tujuan untuk memakai warna dan simbol partai.

Malah pihaknya memilih warna emas putih, untuk menghindari adanya simbol dan identitas tentang partai.

“Itu warnanya emas putih, bukan kuning putih. Meski dilihat dari jauh memang seperti warna kuning,” katanya.

Muzzamil pun akan segera menurunkan semua umbul-umbul tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Sudah kita turunkan dan akan kita ganti warnanya sesuai arahan kepala daerah,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *