Sidak di RSUD dan Puskesmas, Walikota Bima: Kalau tidak Kerja Maksimal, Saya Copot

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi secara mendadak turun melihat langsung pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bima dan sejumlah puskesmas, Selasa (17/3) siang. Orang nomor satu di Kota Bima itu turun hanya ditemani supir dan ajudan.

Walikota Bima saat sidak di RSUD Kota Bima. Foto: Ist

Sejumlah masalah pum ditemukan saat sidak, termasuk kekurangan obat-obatan, kerusakan IPAL, situasi pegawai tak kondusif, pelayanan belum maksimal, ketersediaan peralatan keselamatan penanganan virus Corona, salah satunya pakaian Alat Perlindungan Diri (APD)

Tiba di RSUD Kota Bima, Walikota langsung masuk ke ruangan pelayanan dan Apotek rumah sakit. Kemudian berlanjut disejumlah ruangan, termasuk ruang IGD.

Lutfi pun meminta kepada para petugas untuk jujur tentang kondisi rumah sakit, termasuk ketersediaan obat. Diakui petugas setempat bahwa stok obat pelayanan BPJS selalu ada. Tapi untuk obat paten, harus diminta terlebih dulu ke pusat farmasi.

Di hadapan Walikota petugas dan dokter mengeluhkan tentang tidak tersedianya pakaian khusus penanganan pasien Virus Corona.

Sementara di Puskesmas Paruga, masalah kekurangan obat juga masih menjadi kendala, termasuk IPAL dan anggaran perawatan tak pernah dialokasikan.

Demikian juga di Puskesmas Penanae, Walikota mengetahuoli kabar tak baik soal stok obat. Termasuk kurangnya jumlah pegawai medis.

Lutfi menegaskan, dirinya seringkali menerima laporan tentang pelayanan yang tidak maksimal. Maka dari itu, terutama di RSUD Kota Bima, harus memberikan pelayanan yang prima.

“Katakan dengan jujur, kalau kurang obat sampaikan, jangan takut, saya jaminannya. Kalau tidak mampu bekerja maksimal, saya akan copot jabatan anda. Makanya tunjukan kerja yang maksimal, karena ini kaitan dengan kesehatan,” tegas Walikota Bima di Kepala RSUD Kota Bima dan pejabat setempat.

Lutfi menambahkan, tujuan dirinya sidak untuk memastikan obat dan pelayanan berjalan baik. Namun hasilnya, ternyata banyak obat yang kosong.

Ia pun meminta jika ada kekurangan apapun ditempat pelayanan, laporkan segera. Karena anggaran sudah diberikan.

Dari hasil sidak, Walikota Bima secepatnya akan melakukan evaluasi, agar ke depan pelayanan kesehatan di kota Bima prima dan semua rakyat terlayani dengan baik.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Masya

    Gimana pemkab atau pemkot bima mengahadapi atau mencegah terpaparnya covid19 di bima kota dan kabupaten… maaf saya blm liat secara langsung atau pemberitaan langkah2 pemkot dlm pencegahan.. minimal membatasi akses keluar masuk seperti bandara atau pelabuhan, sementara yg sy liat hanya pemkab bima yg meniadakan jadwal kunjungan di RSUD bima,, trs bagaimana dg pemkot bima???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *