oleh

Dewan Minta Bupati Bima Sigap Cegah Covid-19, Bila Perlu Bandara dan Pelabuhan Ditutup

-Kabar Bima-9 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Semua orang was – was dengan adanya penyebaran Virus Corona yang sudah ditetapkan sebagai Pandemi Global. Bagaimana tidak, hingga tanggal 27 Maret 2020, angka terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1.046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang.

Anggota DPRD Kabupaten Bima Firdaus. Foto: Ist

Di Provinsi NTB saja, baru 2 warga yang dinyatakan positif terjangkit virus dimaksud. Sementara di sejumlah daerah di NTB, juga tidak sedikit atau sekitar puluhan orang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Corona.

Agar pencegahan terhadap penyebaran tersebut di Kabupaten Bima bisa dilakukan dengan maksimal, anggota DPRD setempat Firdaus mendesak pemerintah untuk mengambil langkah – langkah pencegahan lebih serius.

Ia menginginkan, Pemerintah Kabupaten Bima lebih sigap dalam penanganan virus Corona, agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada seluruh masyarakat.

Menurutnya, kendati secara nasional sudah dilakukan pembatasan aktivitas belajar siswa dengan meliburkan sekolah, demikian juga pelarangan aktivitas yang melibatkan banyak orang juga sudah dilakukan. Pun upaya pencegahan dengan menyemprotkan cairan disinfektan di tempat-tempat yang dianggap rawan.

Tapi harus ada langkah berani yang harus dilakukan pemerintah, semisal menutup sementara waktu aktivitas ruang publik yang menjadi gerbang masuknya Covid-19. Seperti Bandara, pelabuhan dan terminal.

“Harus ditutup dulu untuk sementara waktu, sembari melihat perkembangan virus ini. Tidak boleh ada aktivitas di gerbang masuk itu,” inginnya.

Karena menurut Firdaus, percuma segala upaya langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah saat ini, namun tidak bisa mengambil langkah untuk menutup aktivitas di bandara, pelabuhan dan terminal.

“Kalau tidak ditutup sementara waktu, tidak bisa kita putus rantai penyebaran ini,” terang Duta PDIP asal Desa Talabiu itu.

Jangan sampai kata Firdaus, pemerintah menunggu terkonfirmasinya warga Kabupaten Bima yang positif terpapar Virus Corona, baru mengambil sikap untuk menutup semua akses dimaksud. Lagi pula, tidak begitu berfungsi gerbang masuk itu, karena sudah ada larangan keras dari pemerintah agar warga tidak datang dan pergi.

Selain itu, ia juga mendesak pemerintah agar sigap melakukan pencegahan dengan mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk kebutuhan antisipasi yang maksimal. Bila perlu memangkas anggaran perjalanan dinas para pejabat daerah dan pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Bima, untuk keperluan pembelanjaan semua kebutuhan pencegahan Covid-19.

“Pangkas saja, kami di dewan juga dengan sangat ikhlas itu bisa dilakukan, demi kemanusiaan,” pungkasnya.

*Kahaba-01

 

Komentar

Kabar Terbaru