Kades Talapiti Turun Cek Pagar Lahan Pertanian Warga

Kabupaten Bima, Kahaba.- Untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat lahan pertanian, Pemerintah Desa Talapiti melakukan pengecekan pagar lahan pertanian, Sabtu (28/3). Karena selain hewan liar, hewan ternak juga menjadi masalah klasik yang dihadapi oleh petani setempat.

Kades Talapiti Herman Andara bersama warga dan aparat setempat saat turun mengecek lahan pertanian warga. Foto: Rangga

Kegiatan tersebut dilakukan di Dusun Tala Rasabou dan Dusun Boka bersama Kepala Dusun dan Ketua RT/RW kawasan setempat, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Talapiti

Kepala Desa Talapiti Herman Abdara
mengungkapkan, 2 pekan sebelumnya pemerintah desa telah memberikan imbauan di setiap dusun agar warga segera membenahi pagar sawah masing-masing.

“Juga bagi yang menggunakan jaring harus diganti menggunakan kayu”, sarannya.

Diakui Herman, sebelum itu juga ada laporan warga karena hewan ternak yang masuk ke lahan persawahan mereka. Akibatnya saling menyalahkan antara petani dan pemilik ternak.

Disinggung mengenai aturan, Herman mengatakan jika kegiatan ini adalah inisiatif Pemerintah Desa Talapiti, dengan harapan hasil pertanian warga bisa lebih maksimal.

“Untuk ke depannya kami akan berkoordinasi dengan BPD agar segera merancang Perdes khusus yg berkaitan dengan keamanan lahan pertanian warga,” katanya.

Kades menambahkan, pekan kemarin pihaknya juga sudah melakukan kegiatan yang sama di Dusun Nggaro Nangga. Pihaknya pun berencana kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin setiap awal musim tanam.

“Alhamdulillah, saat kegiatan sudah banyak yang memakai kayu dan kawat bronjong,” tambahnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Talapiti Bripka Dedi Irawan mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan Kades Talapiti. Ia pun berharap semoga bisa diikuti oleh desa-desa yang lain.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *