oleh

Jaspel Belum Dibayar, Tenaga Sukarela RSU Sondosia Mogok Kerja

-Kabar Bima-10 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tenaga sukarela di RSU Sondosia mogok kerja. Informasi yang dihimpun media ini, mogok kerja itu dilakukan karena uang Jasa Pelayanan (Jaspel) tidak dibayarkan selama 8 bulan.

RSU Sondosia. Foto: Yadien

Kepala IGD RSU Sondosia Ardiansyah membenarkan hal tersebut. Mogok kerja dilakukan oleh pegawai sukarela sudah berlangsung selama 2 hari, sejak Senin (30/3) kemarin.

“Benar, sudah 2 hari dengan ini mereka mogok kerja,” ungkapnya, Selasa (31/3).

Dia mengungkapkan, upaya pemanggilan para tenaga sukarela itu sudah dilakukan. Namun tidak mendapatkan jawaban dan respon dari para tenaga sukarela.

“Jawaban mereka hanya mogok kerja,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala ruangan kelas 3 Yuliastika. Tenaga sukarela di kelas 3 juga sudah 2 hari melakukan mogok kerja. Akibatnya, pelayanan di ruangan setempat tidak berjalan dengan baik.

Bahkan kata dia, pada Senin (30/3) kemarin, 1 orang pasien di kelas 3 dititip ke IGD karena tidak ada dokter dan perawat yang bisa memberikan pelayanan.

Tidak hanya itu, kendala lain yang dialami saat ini adalah tidak ada dokter di tiap-tiap ruangan. Saat ini dokter di RSU Sondosia menerapkan on call.

“Bagaimana bisa ada pelayanan juga sementara tidak ada dokter di sini,” ungkapnya.

Kasi Pelayanan SRU Sondisia Ahmad Yani juga membenarkan hal itu. Mogok kerja dilakukan oleh tenaga sukarela denga tuntutan soal pembayaran Jaspel.

“Iya, benar mereka saat ini mogok kerja,” ujarnya.

Menurutnya, keterlambatan pencairan Jaspel itu terjadi karena beberapa kendala. Di antaranya, SK yang diterima dari pemerintah daerah baru diterima di atas tanggal 20 kemarin. Sementara Jaspel hanya bisa dicairkan di bawah tanggal 20.

“Syarat pencairan Jaspel dan insentif itu harus ada SK itu,” jelasnya.

Jaspel yang belum dibayarkan itu ungkapnya, selama 9 bulan. Karena pada saat bulan ke 3 dan 6 managemen rumah sakit setempat sedang menghadapi sejumlah masalah. Sehingga bemdahara tidak fokus mengurus pencairan Jaspel.

“Tapi saya janji dan pastikan Jaspel akan cair sampai tanggal 20 bulan depan,” tegasnya.

Untuk menanggulangi masalah mogok kerja tenaga sukarela, puhaknya akan mengoptimalkan tenaga PNS yang ada. Setelah didata jumlah PNS di rumah sakit tersebut sebanyak 40 orang. Jumlah itu akan cukup untuk memberikan pelayanan pada seluruh ruangan.

“Nanti kami akan atur dulu. Agar PNS dioptimalkan memberikan pelayanan,” tuturnya.

Yani juga membenarkan jika dokter di rumah sakit setelah ada yang on call. Namun tidak semua dokter. Kendati demikian hal itu tidak menghambat pelayanan, karena dokter-dokter itu akan datang jika dipanggil.

“Jika ada pelayanan urgen, mereka pasti hadir. Itu pun  tidak semua yang on call,” terang Yani.

Ia menegaskan, pihaknya akan mengupayakan solusi terbaik agar pelayanan di rumah sakit setempat berjalan normal. Segala pilihan solusi sedang dipertimbangkan.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru