80 Warga di Kota Bima Positif DBD, 3 Meninggal Dunia

Kota Bima, Kahaba.- Selama 3 bulan terakhir tahun 2020, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima telah menerima laporan sebanyak 120 warga suspect penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kota Bima Syarifuddin M Said. Foto: Ist

Kabid P2PL Dikes Kpta Bima Syarifuddin HM Said menyampaikan, dari 120 laporan penanganan warga terdapat, 80 dinyatakan positif menderita penyakit DBD dengan rata-rata usia balita hingga dewasa.

“Dari 80 warga yang positif DBD, 3 di antaranya meninggal dunia. Semua korban rata-rata masih balita dan anak-anak,” ujarnya Selasa (7/4).

Syarif mengaku, warga yang terjangkit DBD tersebar di seluruh 41 kelurahan, dengan tingkat jumlah korban yang bervariatif. Hanya saja, untuk korban meninggal dunia, 1 korban dari Kecamatan Asakota dan 2 korban dari Kecamatan Raba.

“Karena korban DBD ini masih ada, maka pemerintah selalu mengimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan keluarga dan masyarakat. Kemudian makan makanan yang sehat dan bergizi, serta menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M, menguras, menutup dan mengubur sumber genangan air,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan, apabila warga menemukan anggota keluarga alami gejala panas, sakit kepala, mual setelah beberapa hari muncul bintik merah pada kulit hilang hingga demam tinggi. Maka segera memeriksakan diri pada puskesmas terdekat, agar mendapat pertolongan cepat dari medis.

Karena biasanya yang rentan diserang DBD adalah anak-anak. Karena belum memiliki imun yang kuat dalam melindungi diri. Namun bukan berarti orang dewasa dan tua juga tidak bisa terjangkiti penyakit ini. Sebab bila tidak mampu menjaga kebersihan, maka juga bisa terdampak penyakit.

“Dengan pertolongan cepat dan tepat, maka kita dapat membantu keluarga dari DBD. Karena jika lama dilaporkan, korban bisa sampai panas tinggi hingga menyebabkan kematian,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *