oleh

Tidak Isolasi Mandiri, Rafidin: IDP-Dahlan Telah Membahayakan Warga

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sikap Bupati dan Wakil Bupati Bima yang memilih untuk tidak melakukan isolasi mandiri, setelah pulang dari daerah zona merah Pandemi Covid-19, Kota Mataram beberapa waktu lalu, dikritik oleh Anggota DPRD Kabupaten Bima, Rafidin. (Baca. Baru Pulang Dari Luar Daerah, IDP-Dahlan tidak Perlu Isolasi Mandiri)

Tidak Isolasi Mandiri, Rafidin: IDP-Dahlan Telah Membahayakan Warga - Kabar Harian Bima
Anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin. Foto: Ist

Menurut dia, mestinya Bupati dan Wakil Bupati Bima sebagai kepala daerah harus menjadi contoh dan teladan seluruh Rakyat Kabupaten Bima. Surat Edaran pun telah sejak lama telah dikeluarkan, agar isolasi mandiri dilakukan bagi siapapun yang datang dari luar daerah.



“Sepulang dari Mataram mestinya harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Tidak ada urusan kapasitas mereka sebagai apa. Justru karena kepala daerah harus jadi contoh yang baik dari surat edaran itu,” sorotnya, Kamis (16/4).

Baca:   Pasar Lebaran di Tengah Pandemi, APPSI Dapat Izin Dari Polres dan Rekomendasi Sekda

Kata Duta PAN itu, soal isolasi mandiri bagi siapapun, bukan menyangkut masalah politik dan agenda pemerintahan. Tapi soal hidup manusia di tengah ancaman wabah yang mematikan tersebut.

Namun yang justru membuatnya heran, sekarang Bupati dan Wakil Bupati Bima justru leluasa beraktivitas di Kabupaten Bima untuk memberikan bantuan.

Rafidin pun menilai, sikap kepala daerah ini telah membahayakan seluruh warga Kabupaten Bima. Bukan malah menyelamatkan warga dari Virus Corona.

Baca:   Hasil Swab Kedua, 5 Pasien Corona di Kabupaten Bima Negatif

“Kalau keluyuran terus jelas IDP-Dahlan telah membahayakan warga. Lantas apa gunanya edaran itu dikeluarkan, meminta warga agar patuh, sementara mereka sendiri tidak memberi teladan,” kritiknya.

Untuk itu, mantan Wartawan ini meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima untuk melakukan isolasi mandiri dan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Jangan karena kepala daerah kemudian bersikap seenaknya. Sementara warga diminta untuk patuhi edaran dimaksud,” kesalnya.

Baca:   Muncul Positif Covid-19 di Kota Bima, Dewan Minta Pemerintah Maksimalkan Penerapan Stay at Home

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Kepala Daerah dan masyarakat wajib mematuhi surat, tidak ada pengeculian terhadap masalah wabah corona ini, apa yang dilakukan oleh kepla daerah Kota Bima pada tanggal 16 Maret sudah melakukan akivitas dirumah masing-masing selama 14 hari kerja melakukan sosialasi karena taat pada aturan perlu diapreasasi mari semua tunduk pada aturan yang dibuat oleh negara dlm rangka menjaga kemaslahatan masyarakat pada umum.