Karena Corona, Pengusaha Odong-Odong Meradang, Sehari Hanya Dapat Rp 20 ribu

Kota Bima, Kahaba.- Dampak pandemi global juga sangat dirasakan pengusaha Odong-odong di Lapangan Serasuba. Bagaimana tidak, sejak pemerintah mengeluarkan imbauan warga agar Stay at Home, usaha merupakan pun sepi pengunjung.

Pengusaha ODong-odong di Lapangan Serasuba. Foto: Bin

Suasana Lapangan Serasuba memang tidak seramai dulu. Sebelum Covid-19 mewabah bumi, di lokasi Odong – odong ramai didatangi anak – anak. Para orang tua pun terlihat sibuk mengurus para bocah yang mencoba wahana tersebut.

Namun pada malam ini, Jumat (18/4) tak terlihat ada kesibukan di lokasi Odong – odong. Suasana begitu lenggang. Beberapa pemilik usaha yang masih bertahan dalam kesepian hanya bisa duduk menanti. Sekitar pukul 20.00 Wita, mereka merapikan wahana dan beranjak pulang.

Namun media ini berhasil menemui mereka, berincang – bincang soal wabah yang memberi dampak bagi usaha yang sudah dijalani bertahun – tahun lamanya.

Ameng, pebisnis Odong-odong mengaku pandemi global ini berdampak buruk bagi dia dan teman – teman seprofesi. Pasalnya, berhari – hari ia hanya bisa membawa uang sebesar Rp 20 ribu.

“Kita datang ke sini sebelum magrib. Anak – anak yang datang hanya satu dua orang saja,” ungkapnya.

Sebelum adanya Virus Corona, sehari – hari pria warga Lingkungan Lewisape Kelurahan Sarae itu bisa membawa pulang uang Rp 200 – Rp 300 ribu. Belum lagi kalau akhir pekan, bisa lebih dari itu. Namun akibat wabah ini, ia harus bersabar untuk mengumpulkan receh sedikit demi sedikit.

Setali tiga uang, ungkapan yang sama juga disampaikan Fadilah dan Otong Skuter, warga Gilipanda. Usaha mereka macet karena Covid-19. Penghasilan sehari pun tidak lebih dari Rp 20 ribu.

Yang biasa mereka setiap hari sibuk melayani pengunjung, kini lebih banyak duduk nongkrong, menanti satu dua orang anak – anak yang diantar orang tua untuk bermain Odong-odong.

“Ya mau bagaimana, karena wabah ini pemerintah sudah mengeluarkan imbauan agar warga berada di rumah saja. Virus ini juga membuat warga takut dan memilih untuk berada di rumah,” katanya.

Kendati demikian, mereka tak patah arang. Meski tidak banyak pengunjung, tetap memilih untuk membuka wahana ini di Lapangan Serasuba. Dari pada sama sekali tidak membawa pulang uang untuk anak istri di rumah.

Baik Ameng maupun Fadilah dan Otong Skuter, mereka sama – sama berharap agar Virus Corona ini lekas pergi. Agar usaha mereka kembali lancar dan bisa menafkahi keluarga. Warga juga bisa beraktivitas seperti biasa.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *