Diduga Pengedar Ganja, 2 Pemuda Ini Dibekuk Sat Narkoba

Kota Bima, Kahaba.- Setelah mengungkap peredaran Sabu-sabu dan ganja di Kelurahan Pane, kini Sat Narkoba Polres Bima Kota mengungkap peredaran daun ganja kering di Kelurahan Na’e dan Kelurahan Sarae, Senin (20/4) sekitar pukul 10.30 wita.

Terduga pengedar ganja saat diamankan bersama barang bukti. Foto: Ist

Dari pengungkapan itu, 2 orang masing-masing AR (18) warga Kelurahan Sarae dan IB (25) warga BTN Gindi Kelurahan Jatiwangi. Mereka diamankan di 2 Tempat Kejadian Perkara (TKP), di depan kampus STIH Muhamadiyah dan di BTN Gindi.

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono melalui Kasubbag Humas AKP Hasnun menyampaikan, awalnya Kanit Buser Narkoba Bripka Taufarahman mendapatkan laporan bahwa di tempat pengisian ulang air minum di depan Kampus STIH, sering dijadikan tempat transaksi jual beli narkoba jenis ganja. Informasi itupun disampaikan ke Kasat Narkoba IPTU Ramli.

“Usai menerima laporan itu, Kasat langsung mengumpulkan anggota dan menuju TKP,” ujarnya.

Setelah sampai di TKP kata Hasnun, anggota melakukan penggeledahan AR yang saat itu sedang duduk di tempat pengisian air dan menemukan 16 poket daun ganja yang disimpan dalam kotak lampu di atas rak besi.

Dari hasil interogasi AR, barang tersebut diambil dari IB yang tinggal di BTN Gindi. Kasat bersama anggotanya langsung menuju rumah IB dan mengamankannya.

Saat diperiksa, dalam rumah IB tidak ditemukan barang bukti. Tidak sampai di situ, anggota membawa IB ke rumah orang tuanya di Kelurahan Sarae untuk dilakukan penggeledahan.

“Di rumah orang tuanya anggota menemukan beberapa daun kering ganja yang sudah dilinting,” ungkapnya.

Kini para terduga pelaku serta barang bukti sudah diamankan di Kantor Sat Narkoba Polres Bima Kota untuk diproses lebih lanjut.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *