oleh

Bupati Bima Dinilai Sepihak Rencanakan Anggaran Penanganan Covid-19

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin menyorot rencana penetapan anggaran Rp 70 miliar untuk penanganan Covid-19. Sebab, hingga saat ini tidak ada pembahasan dengan para wakil rakyat.

Bupati Bima Dinilai Sepihak Rencanakan Anggaran Penanganan Covid-19 - Kabar Harian Bima
Anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin. Foto: Bin

Menurut Rafidin, Bupati Bima dinilai terlalu cepat mengumbar rencana dan keinginan menetapkan anggaran penanganan Virus Corona. Sementara sejauh ini belum ada komunikasi dengan dewan.



“Rp 70 miliar itu mau diambil dari pos mana, jangan seenaknya ingin menentukan tanpa koordinasi dan komunikasi dengan dewan,” sorotnya, Selasa (21/4).

Baca:   Prihatin Dampak Kondisi Virus Corona, GOW Kota Bima Bagikan Sembako

Diakui Duta PAN, jika memang sumber anggaran Rp 70 miliar itu harus diambil dari sejumlah program pembangunan di daerah. Mestinya, itu diambil dari Rp 80 miliar untuk pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bima. Karena itu tidak terlalu urgen untuk saat ini.

“Sekarang wabah virus mematikan, dialihkan saja anggaran masjid itu. Prioritaskan anggaran Rp 80 miliar tersebut untuk penanganan Covid-19,” inginnya.

Soal tidak ada koordinasi dengan dewan sambung pria mantan Wartawan itu, dia meminta agar Bupati Bima tidak mengambil kebijakan sepihak. Karena pemerintah itu bukan hanya eksekutif, tapi juga legislatif. Pemerintah harus duduk bersama guna menentukan penganggaran tersebut.

Baca:   Kemelut Corona dan Solidaritas Tanpa Batas

Selain itu, Rafidin juga menolak rencana Bupati Bima yang ingin mengalokasi anggaran pencegahan Covid-19 tersebut, dengan alokasi 100 paket sembako per desa. Keinginan itu pun dinilai tidak tepat, karena belum dibutuhkan warga.

“Saat ini yang diinginkan warga hanya pencegahan yang maksimal agar Virus Corona tidak masuk dan menjangkiti warga di desa – desa. Kalau pembagian sembako, sama halnya politis dan memuat kepentingan dan pencitraan Bupati sebagai bakal calon pada Pilkada ini,” kritiknya.

Baca:   Hasil Swab Kedua, 5 Pasien Corona di Kabupaten Bima Negatif

Mestinya menurut dia, jika anggaran pencegahan itu dialokasikan, sebaiknya dibelanjakan untuk pembelian fasilitas dan sarana penunjang atau Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis yang ada di RSUD Bima dan seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Bima.

“Bukan justru dipakai untuk bagi sembako. Kelengkapan sarana dan APD itu jauh lebih penting. Agar pencegahan benar – benar maksimal,” tegas Rafidin.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Bisa dipanggil pak Dewan untuk melakukan klarifikasi terkait anggaran untuk corona, perlu menjadi keputusan bersama itulah amanat UU kr kedua lembaga tersebut bermitra, seperti halnya yang terjadi di Kota Bima lancar-lancar saja demi kepentingan rakyat Alhamdulillah di Kota Bima Malah terjadi kesepakatan yang perlu diapresiasi hubungan kemitraan yang sinergi sehinggansaat ini keputusan wali Kota terkait corona berjalan sesuai rencana