oleh

Penutupan Bandara dan Pelabuhan Kewenangan Kementrian

-Kabar Bima-18 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Setelah bertambahnya juga warga Bima yang terpapar positif Virus Corona, tidak sedikit warga di media sosial yang mendesak Walikota Bima dan Bupati Bima mengambil sikap untuk menutup aktivitas Bandara dan Pelabuhan  Bima.

Walikota Bima HM Lutfi. Foto: Dok Hum

Itu dimaksud untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena jika dua pintu masuk tersebut terus dibuka, maka tidak akan pernah maksimal dilakukan pencegahan wabah yang mematikan itu.

Walikota Bima HM Lutfi yang dimintai komentar soal desakan menutup dua akses dimaksud menjelaskan, tidak mudah untuk menutup aktivitas bandara dan pelabuhan. Karena itu juga menjadi kebijakan pemerintah pusat melalui kementrian.

“Itu kewenangan kementrian. Kita di daerah tidak sembarang menutup 2 akses vital tersebut. Ketentuannya memang begitu,” ungkap Lutfi, saat menggelar konferensi pers, di ruangannya, Selasa (21/4).

Menurut Walikota Bima, tidak ada cara yang lebih untuk dilakukan saat ini selain memperketat pencegahan, dan masyarakat sadar akan bahaya Covid-19. Karena jika semua masih menganggap remeh dan tidak pernah mematuhi semua imbauan pemerintah, maka pandemi ini susah untuk hilangkan.

Lutfi menambahkan, seluruh daerah di NTB sudah berzona merah dan tidak ada daerah yang tidak terpapar. Kondisi ini tentu menjadi peringatan dini yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Untuk itu kita berharap agar masyarakat benar – benar patuh, agar mata rantai Covid-19 ini putus,” katanya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru