oleh

Langkah Pencegahan Covid-19 Bupati Bima Dinilai Masih Parsial dan Dominan Politis

-Kabar Bima-12 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Kabupaten Bima diminta untuk lebih serius dan tegas berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bima. Pasalnya, langkah-langkah yang dilakukan Bupati Bima selama ini, masih parsial dan lebih dominan terkesan politis.

Akademisi STIH Muhammadiyah Bima Syamsuddin. Foto: Ist

Menurut Ketua Umum PD Pemuda Muhammadiyah Bima Syamsuddin, tugas bupati itu bukan sekedar mengeluarkan imbauan, bagi-bagi masker dan hand sanitizer. Tetapi memastikan terbentuknya tim Pencegahan Covid yang kuat dan solid. Kemudianm ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan terutama Alat Pelindung Diri (APD).

Adanya wilayah karantina PDP dan ODP sejenisnya, lalu adanya pengecekan dari berbagai titik atau pintu masuk seperti bandara, pelabuhan dan terminal yang maksimal dan memadai.

“Pekerjaan bagi-bagi masker dan hand sanitizer tidak perlu, masyarakat bisa saja mendapatkan kalau masker dan handsanitizer yang tersedia,” tuturnya, Selasa (21/4).

Kata pria yang juga dosen STIH Muhammadiyah Bima itu, Bupati Bima harus mengkonsolidasikan berbagai elemen yang ada, mulai Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Desa, legislatif, partai politik, ormas, OKP, LSM dan para relawan untuk bergerak bersama di bawah komando pemerintah. Agar gerakannya lebih terkonsolidasi, terarah, terukur dan tepat sasaran.

“Bukan bergerak masing-masing seperti sekarang ini. Kalau begini kondisinya, akarn susah untuk dievaluasi,” terangnya.

Tidak hanya itu, perlu adanya antisipasi kepulangan warga Bima yang dari luar daerah, terutama dari daerah terjangkit Covid-19. Harusnya pemerintah menyediakan tempat karantina khusus dan mereka di karantina dulu sementara waktu, agar tidak berbaur dengan keluarga dan masyarakat lainnya, sampai dipastikan aman.

Ini penting sambung Syamsuddin, mengingat ada yang positif tapi tidak menimbulkan gejala. Jadi silahkan sewa hotel-hotel atau perumahan BTN yang masih kosong, atau membangun tempat khusus yang jauh dari jangkauan masyarakat, sebagai tempat karantina.

“Daripada mereka disuruh isolasi mandiri di rumahnnya, sementara tingkat kesadaran dan kepatuhan sangat kurang, jelas ini sangat membahayakan,” jelasnya.

Ia pun menyarankan, mengingat telah meningkatnya kasus positif di Kabupaten Bima dan potensi bertambahnya ada, maka Bupati Bima melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Agar penyebaran Covid 19 tidak meluas,  sehingga masyarakat dapat tenang. Jangan menunggu banyak korban terlebih dahulu. Karena diberbagai negara bahkan Indonesia termasuk juga NTB awalnya satu orang, kemudian menyebar dengan cepat.

“Jadi jangan anggap remeh virus ini. Sembari menunggu itu pengajuan PSBB, langkah cepatnya untuk saat ini melakukan pembatasan berskala desa dan kecamatan tertentu dulu,” sarannya.

Diujung pembicaraannya, Syamsuddin juga meminta Bupati Bima untuk segera menetapkan Rumah Sakit atau Puskesmas tertentu khusus untuk merawat pasien yang sudah postif Covid 19. Sehingga perawatannya terpusat dan tidak campur aduk dengan pasien biasa lain.

“Hal ini penting, agar perawatan dan pengobatan pasien bisa fokus dan maksimal. Demikian juga dengan para tenaga kesehatan,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru