Hasil Contact Tracking Pasien Positif Corona di Kananga sebanyak 50 Orang Lebih

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dari 9 orang warga Desa Kananga yang dinyatakan positif Covid-19, 5 di antaranya merupakan Cluster Gowa. Sementara 4 orang lain merupakan keluarga dekat dari pasien yang melakukan perjalan ke Gowa.

Kepala Desa Kananga Firdaus. Foto: Yadien

Kepala Desa Kananga Firdaus mengatakan, pasien positif Covid-19 di desa setempat merupakan warga desa kananga yang melakukan perjalanan ke Gowa dan keluarga dekatnya. Adapun yang melakukan perjalanan ke Gowa merupakan pasien I, B, S, S, dan MS. Sementara R, AH, IJ, IA tidak melakukan perjalanan ke Gowa tapi pernah melakukan kontakan langsung dengan pasien cluster Gowa itu.

“R, AH, IJ dan IA merupaka Istri, anak, cucu dan ipar dari pasien Closter Gowa,” ujarnya, Rabu (22/4).

Kata dia, 9 orang pasien itu saat ini sedang dirawat di ruang isolasi RSUD Bima, setelah sebelumnya dikarantina di RSU Sondosia.

“Mereka dikarantina di RSU Sondosia, tapi setelah hasil swab menyatakan positif mereka dirujuk ke RSUD Bima,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah 9 orang itu dinyatakan positif Covid-19, Pemdes telah melakukan penelusuran warga atau keluarga dekat para pasien yang berkontakan langsung dengan lara pasien Covid-19 itu. Hasilnya, didapat ada sekitar 50 orang lebih yang melakukan kontak langsung dengan 9 orang pasien tersebut.

“Kami sudah data untuk dirapid tes. Jumlahnya lebih dari 50 orang,” sebutnya.

Kades menambahkan, berdasarkan press rilis yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB bahwa ada 8 warga desa setempat yang dinyatakan positif Covid-19, namun hal itu ternyata keliru, karena pasien AH yang ditulis beralamat Desa Bontokape merupakan warga Desa Kananga.

“Itu salah tulis alamat. 9 orang itu warga kananga semua,” ungkapnya.

*Kahaba-10

 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *