oleh

Kinerja Camat dan Lurah Disorot, Teledor Maknai Imbauan Cegah Pandemi Covid-19

-Kabar Bima-22 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Sudirman DJ menyorot kinerja pemerintah kecamatan dan kelurahan yang tidak bisa memaknai imbauan Pemerintah Kota Bima soal larangan sementara waktu untuk tidak sholat di masjid, guna mencegah penyebaran Virus Corona.

Anggota DPRD Kota Bima Sudirman DJ. Foto: Eric

Pasalnya, hingga saat ini hampir di semua kelurahan tetap melaksanakan sholat berjamaah 5 waktu di masjid. Berkumpul dan beramai – ramai ke masjid. Padahal, sejak awal pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan sholat di rumah saja.

“Larangan ini bersifat sementara, guna mencegah penyebaran Covid-19. Bukan melarang selamanya untuk tidak sholat di masjid,” ujarnya, Sabtu (25/4).

Menurut Duta Partai Gerindra itu, imbauan pemerintah tersebut untuk kebaikan bersama. Karena wabah ini menular dan sangat berbahaya. Imbauan agar masyarakat menjalankan sholat di rumah semata – mata dalam rangka pencegahan.

Kata dia, masih berbondong-bondongnya warga beribadah di masjid tentu saja menandakan tidak ada perhatian jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan menyikapi dan mengawal isi imbauan tersebut.

“Kalau pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan dan jajarannya di bawah bisa meneruskan imbauan itu, tentu tidak ada warga yang masih sholat di masjid,” katanya.

Dengan kondis ini sambung Sudirman DJ, percuma saja Pemerintah Kota Bima mengalokasikan anggaran sebesar RP 14 miliar untuk cegah menyebarnya Covid-19, namun di sisi lain pada tingkat pemerintah kecamatan dan kelurahan teledor memaknai imbauan tersebut.

“Lantas untuk apa anggaran belasan miliar itu dialokasikan, kalau imbauan itu tidak diikuti oleh masyarakat. Akan percuma anggaran itu,” sorotnya.

Untuk itu, Sudirman meminta kepada Pemerintah Kota Bima untuk mengevaluasi kinerja jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan. Kemudian mendorong agar Tim Covid-19 yang telah dibentuk hingga tingkat kelurahan agar bekerja maksimal melakukan upaya pencegahan pandemi global tersebut.

“Sekarang bandara sudah ditutup, saking seriusnya pemerintah mencegah penyebaran wabah ini. Tapi tetap upaya pencegahan ini tidak akan maksimal sementara di tingkat kecamatan dan kelurahan masih teledor dan tidak punya taring menjalankan imbauan agar beribadah di rumah saja,” tegasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru