oleh

Pembagian BPNT di Kantor Camat Asakota Langgar Protokol Pencegahan Covid-19

-Kabar Bima-Dibaca 9 kali

Kota Bima, Kahaba.- Warga Kecamatan Asakota Senin siang (27/4) berbondong-bondong mendatangi kantor Camat untuk menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Suasana ramai pun terpantau di aula kantor camat setempat.

Pembagian Bpnt Di Kantor Camat Asakota Langgar Protokol Pencegahan Covid-19 - Kabar Harian Bima
Suasana pembagian bpnt di aula kantor camat asakota. Foto: bin

Sekitar ratusan warga Kecamatan Asakota memadati aula dan halaman kantor camat. Mereka satu persatu menanti untuk menerima bantuan dalam bentuk sembako jenis beras dan gula.



Tapi, cara pembagian bantuan tersebut dan mengumpulkan masyarakat untuk menerima bantuan justru telah melanggar protokoler pencegahan Covid-19. Warga tanpa jarak duduk berdekatan, bahkan ada beberapa di antaranya yang tidak memakai masker.

Miris melihat kondisi pembagian bantuan tersebut. Di satu sisi Pemerintah sejak awal masif melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona. Tapi di sisi lain, Kecamatan Asakota teledor memfasilitasi pertemuan dan bagi bagi bantuan dimaksud.

Warga Kelurahan Kolo Maya mengaku, dirinya datang sejak pagi untuk menerima batuan tersebut. Tapi sampai siang ini belum juga dapat panggilan.

“Iya dari tadi tunggu,” katanya.

Demikian juga disampaikan oleh Mariam, warga Kelurahan Melayu. Dirinya di data oleh RT RW kelurahannya untuk dapat bantuan itu.

“Katanya sih bantuan sembako,” terang Mariam.

Salah satu petugas BRI yang berada di lokasi dan memberikan bantuan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Kendati ia tahu protokol pencegahan Covid-19, tapi pembagian ini difasilitasi oleh pemerintah.

Sementara itu, Camat Asakota Suryadin yang berusaha di temui di kantornya untuk konfirmasi terkait warga Asakota yang ramai ramai berkumpul di aula kantor, tidak berada di tempat. Salah seorang staf nya mengaku Camat sedang keluar.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Bagaimana nih pak Camat x ndak ada di Kantor, sudah tahu hari ada agenda NPNT. Pak.Camat masa belum tahu dilarang dari Pemerintah terkait dengan memgumpulkan masyarakat, karin saja tim gugus cofid corono melalui aparat membubarkan beberapa yang mencoba menjual dilapangan sera suba demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan semua penjual dihimbau disuruh dan bubar demi kepentimgan masyarakat. Jadi ini terbukti apa yang dikatakan oleh.Pak DJ anggota DPRD Kota Bima terkait camat dan Lurah. Aturan itu tidak ada pengecualian t kepada siapa saja terkait firus corona, kami prihatin kalau ada aparatur yang tidak taat dengan himnauan wali kota. Ada cara pembagian yang lebih lazim yaitu nerikan kewemgan ketua RTdan RW sebagai leding sektor yg akan membagi sesuai dengan data yang ada pada penerima manfaat. Kenapa tidak dilakukan.

  2. Camat Asakota lalai….apa yang sudah diperjuangkan dengan susah payah oleh Gugus Tugas Kota Bima dihancurkan dalam sekejab……makanya Pak Camat jangan terlalu banyak pencitraan ..

  3. Bukan hnaua camat Asakota… Tapi sekota Bima tadi melaksanakan itu…camat buta huruf semua kota dasar tidak sekolah dan PNY otak udah tapi masih di langgar

  4. Benar Hamzah segitu kita bela camat dam lurah dari berita Sudirman DJ… Malah buat kesalahan sendiri irae….Wati wau pii hari Wati camat he…….

    1. Saya salut sama syafwan angkat topi.sportif mengakui ada kekurangan di tingkat camat dan Kelurahan, ayo pak Syawan kita salaing memaafkan kalau ada kata yg tidak berkenan de

      1. He…. Meno…kita saat ini harus saling bahu dalam hadapi masalah covid ini… Hanya bisa saling mengikatkan agar masyarakat juga mau ikut terlibat… Tadi ada sedikit kesalahan setelah saya dari kantor camat… Harusnya bank BRI lngs masuk ke rekening masyarakat dan menukarkan di depot yg telah di sediakan oleh pihak bank… Cuma ada kesalahan di tingkat kecamatan yg belum mau memberikan langsung ke kelurahan he….. Jadi malu… Semoga bisa jadi pelajaran bersama

Kabar Terbaru