Vicon se-NTB, Hj Ellya Laporkan Gerakan PKK Kota Bima Lawan Covid-19

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran TP PKK se-NTB menggelar kegiatan Video Converence (Vidcon) Rabu (6/5), untuk melaporkan gerakan dalam melawan pandemi Covid-19.

Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya saat video converence (Vidcon) bersama TP PKK se-NTB. Foto: Eric

Pada kesempatan tersebut setiap Ketua TP PKK pada 10 daerah kabupaten dan kota se-NTB menyampaikan sejumlah langkah dan program kegiatan selama 5 bulan terakhir, terutama upaya pencegahan Virus Corona.

Dalam arahannya Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk menggerakan organisasi, dan bersatu padu untuk terus menggerakan program PKK bersatu melawan wabah tersebut.

“Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir, namun kami mengajak stakeholder bekerja sesuai dengan program kegiatan yang telah ada. Terutama pemberdayaan masyarakat, yang berbasi prosedur penanganan Covid-19,” ujarnya.

Niken menuturkan, berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 sampai pada tanggal 3 Mei kemarin, terdapar 275 kasus Covid-19, 223 orang positif dalam perawatan, 47 sembuh, 5 orang meninggal, 408 pasien dalam pengawasan dan 652 orang dalam pemantauan.

Karena pergerakan kasus Covid-19 saat ini masih terus bergerak, diharapkan kepada seluruh jajaran untuk mengkampanyekan tatacara memeranginya. Seperti PHBS, tetap tinggal di rumah, sosialisasi ke sekolah melawan corona, lalu mensosialisasika gejala corona hingga mengimbau kepada kerabat untuk jangan mudik dulu.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya menyampaikan laporan perkembangan pandemi Covid-19, yang sampai saat ini terus bekerja bersama pemerintah daerah dan berbagai lembaga lain untuk penanganan pencegahan virus terus meluas.

“Terhitung sampai saat ini untuk Kota Bima, yang terjangkit positif virus corona berjumlah 1 orang, 10 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 0 Orang Tanpa Gejala (OTG). Kemudian 604 PPTG, 0 orang PDP,” ungkapnya.

Menurut Ellya, akibat virus ini banyak perubahan pada segi kehidupan, baik dari segi kesehatan, ekonomi dan sosial masyarakat terasa begitu jelas. Apalagi sebagai salah satu kota transit jasa, arus keluar masuk sangatlah padat.

Maka dari itu TP PKK Kota Bima sebagai organisasi yang bergerak dibidang pemberdayaan keluarga, telah melakukan berbagai langkah sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan pandemi.

“Kami telah melakukan pemberdayaan beberapa ibu-ibu anggota PKK dan industri rumahan yang ada, yaitu untuk menjahit masker kain berbahan tenun bima dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tentu ini sejalan dengan program Usaha Peningkatan Kesehjahteraan Keluarga (UP2K),” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, kegiatan lainnya adalah membagikan suplemen kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan. Kemudian seluruh anggota TP PKK menjadi agen di kelurahan masing-masing, yakni dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kaum ibu untuk tetap di rumah, menjaga kebersihan, gunakan masker, atur aktivitas diluar rumah yang penting saja.

“Beberapa pekan ini kami telah membagikan 5.700 paket sembako, lalu menkampanyekan sosial distancing, gerakan masyarakat hidup sehat, meniadakan kegiatan posyandu, tapi khusus kegiatan imunisasi dasar dialihkan ke puskesmas dengan berpedoman pada protokol pencegahan Covid-19,” bebernya.

Untuk mencegah pandemi meluas, pihaknya juga melakukan komunikasi dan koordinasi terkait situasi dan kondisi perkembangan ibu dan balita bisa melalui layanan seluler. Yaitu mengirimkan informasi via seluler, sms atau whatsapp kepada petugas kesehatan.

“Melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19 merupakan tugas kita bersama, terutama pula bagi PKK adalah menjaga kaum perempuan dan anak yang menjadi fokus utama. Sehingga penganan secara cepat bisa dilakukan, dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Inshaa Allah kami yakin bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *