Lurah Pane Dicekik dan Diancam Dibunuh oleh Warga, Diduga Karena Masalah BLT

Kota Bima, Kahaba.- Sedang membahas persiapan Pembatasan Sosial Berbasis Kelurahan (PSBK) bersama ketua RT dan pengurus karang taruna, Sabtu (9/5) malam, Lurah Pane tiba-tiba dicekik warga kelurahan setempat.

Ilustrasi

Informasinya, warga tersebut kesal karena tidak dapat bantuan langsung tunai yang saat ini mulai diterima oleh masyarakat. Melampiaskan kekesalannya lalu menyerang dan mencekik lurah tersebut.

Insiden itu pun berujung di Kantor Polsek Rasanae Barat. Lurah yang tidak terima dengan perlakuan warga tersebut memilih untuk menempuh jalur hukum.

Lurah Pane Khairul Amar saat dihubungi media ini membenarkan insiden itu. Ia pun tidak menyangka itu bakal terjadi, karena saat itu dirinya sedang duduk berdiskusi bersama ketua RT dan pengurus karang taruna setempat.

“Lagi duduk asik ngobrol, tiba-tiba si SW itu datang dan mencekik saya. Saya juga diancam dibunuh,” ungkapnya, Senin (11/5).

Amar menuturkan, karena dia dicekik hingga terjatuh, ia kembali bangun dan mempertanyakan apa yang menjadi sebab musabab dirinya dicekik. SW mencaci maki dirinya dan kembali mengeluarkan kalimat ancaman membunuh.

“Masalahnya apa, saya tidak tahu,” katanya.

Karena sempat dilerai, dirinya lalu menghubungi Babinsa dan Babhinkamtibmas kelurahan setempat untuk dilakukan mediasi serta membantu untuk melaporkan kepada pihak berwajib.

“Kasus pencekikan ini telah saya laporkan kepada Polsek Rasanae Barat dan juga telah dilakukan visum, sebagai bukti,” tandasnya.

Disinggung soal SW marah karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, Lurah tidak tahu pasti. Karena hingga saat ini ia tidak tahu letak masalahnya sehingga dirinya dicekik.

“Ya karena saya dicekik dan diancam dibunuh, saya lapor polisi. Biar polisi yang urus dan proses secara hukum,” tegasnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *