Walikota Bima Pantau Persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima terus melakukan upaya pencegahan agar pandemi Cobid-19 tidak menjangkiti warga. Setelah mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berbasis Kelurahan (PSBK), kini pemerintah setempat akan menyiapkan rumah sakit darurat Covid-19.

Walikota Bima ditemani Kepala Dikes saat memantau Persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19. Foto: Dok Hum

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Bima H A Malik mengatakan, untuk memaksimalkan upaya pencegahan ini, Walikota Bima memantau persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kota Bima di RS Stikes Mataram.

“Nanti hasil pemeriksaan di perbatasan yang mengharuskan di karantina, dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kota Bima di RS Stikes Mataram, karena karantina yang dilakukan di Pantai Lawata sudah ditutup,” jelasnya, Senin (11/5).

Diakui Malik, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kota Bima di RS Stikes Mataram sudah mulai dijalankan hari ini. Rencananya, penggunaan rumah sakit tersebut dikontrak selama 3 bulan.

Ia juga mengungkapkan data dukung operasional Rumah Sakit Darurat Covid 19 Kota Bima yakni Direktur dr. Faturrahman. Kemudian Koordinator Pelayanan Medik dan Keperawatan dr H Waldin Safrin, Koordinator Penunjang Medik Hj Fitriani. Tata Usaha Sri Wahyuningsih.

Kemudian untuk SDMK, dokter spesialis sebanyak 3 Orang, dokter umum 6 orang, perawat 12 orang, Bidan 6 orang, tenaga gizi 6 orang, tenaga laboratorium              6 orang, tenaga farmasi 6 orang, tenaga rekam medik 2 orang, tenaga administrasi 4 orang, satpam 6 orang, cleaning service 6 orang, tenaga laundry 6 orang.

“Untuk tempat tidur pasien, ruang bangsal 12 tempat tidur, kamar kelas 1 dan 2 sebanyak 8 tempat tidur dan ambulance 1 unit,” sebutnya.

Lalu untuk operasional dibagi dalam 3 Shift Jaga dengan durasi 8 jam per Shift. Shift pertama pada pukul 08.00 – 16.00 Wita, Shift kedua pukul 16.00 – 24.00 Wita dan Shift ketiga 24.00 – 08.00 Wita.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *