Penerima BST di Rasabou Dipalak Oknum Ketua RT

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejumlah penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos RI di Desa Rasabou Kecamatan Bolo dipalak oleh oknum ketua RT.

Ilustrasi

Salah seorang penerima BST Desa Rasabou NA mengatakan, saat mereka pulang dari Kantor Pos Sila untuk menerima bantuan dampak corona itu, ketua RT setempat mendatangi mereka dan meminta uang Rp 50 ribu.

“Dia minta paksa Rp 50 ribu. Harus dikasih,” ungkapnya, Kamis (21/5).

Kata dia, ketua RT itu beralasan jika uang tersebut sebagai pengganti rasa capek mereka selama 3 bulan yang telah mencatat dan bekerja agar warga mendapatkan BTS.

“Katanya imbalan untuk mereka yang capek ngurusin,” kata dia.

Ia membeberkan, ketua RT tersebut tidak hanya meminta kepada dirinya saja. Namun juga 4 orang tetangganya pun yakni VI, AI, dan RA juga dimintai dengan nominal yang sama.

Hal yang sama juga disampaikan VI. Dirinya dimintai uang Rp 50 ribu oleh oknum ketua RT sepulang dari Kantor Pos Sila menerima BST.

“Katanya dia disuruh sama Kepala Dusun,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sehari sebelum BST cair. Pihaknya didatangi untuk untuk membicarakan Hal itu. Bahwa jika yang diterima oleh penerima manfaat adalah langsung BST selama 2 bulan atau Rp 1.200.000 maka wajib memberi mereka Rp 100 ribu.

“Karena yang cair ini hanya Rp 600 ribu makanya diminta hanya Rp 50 ribu,” ungkapnya.

Kepala Desa Rasabou Suaidin yang dikonfirmasi membenarkan adanya informasi mengenai itu. Namun, dia belum bisa memberikan komentar banyak karena harus turun cek.

“Nanti saya akan turun lapangan langsung,” bebernya.

Menurut dia, jika informasi yang beredar itu benar. Pihaknya nanti akan memanggil oknum ketua RT dan Kepala Dusun tersebut untuk diberikan pembinaan.

“Intinya, saya akan cek langsung dulu nanti ke warga,” katanya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *