Hasil Validasi Honorer K2 Belum Diumumkan, Pembayaran Insentif Baru Sebagian

Kota Bima, Kahaba.- Sebagian tenaga honorer Kategori Dua (K2) telah menerima insentif sebesar Rp 500. Sebagiannya pula masih meradang, karena hingga kini belum menerima insentif dimaksud. Seperti pada pemberitaan media ini sebelumnya, honorer K2 di kecamatan dan kelurahan, belum menerimanya.

Ilustrasir

Seperti diketahui, jelang Idul Fitri 1441 Hijriah, sebanyak 825 orang tenaga K2 Guru dan Non Guru sudah menikmati insentif sebesar Rp 500 ribu, dari Pemerintah Kota Bima. Sementara di sisi lain, hingga saat ini pemerintah melalui BKPSDM Kota Bima belum juga mengumumkan hasil validasi K2.

Lantas atas rujukan data tenaga honorer K2 mana yang dibayarkan insentifnya oleh pemerintah, sementara pengumuman hasil validasi belum dikeluarkan.

Dasar pembayaran insentif untuk K2 Guru dan Non Guru pun kini menjadi pertanyaan, karena rujukan data yang digunakan belum diketahui oleh publik.

Kabag Humas dan Protokol Kota Bima, H Abdul Malik yang dikonfirmasi mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan BKPSDM terkait alasan dan penyebab data hasil validasi K2 belum diumumkan.

“Biar tidak salah, akan saya koordinasikan dulu ke BKPSDM, ” jawab Malik, Rabu (27/5).

Sebelumnya, Malik telah mengungkap jumlah total K2 di Kota Bima sebanyak 1838 orang. Jumlah ini sudah mengalami pengurangan, setelah dilakukan oleh tim validasi yang dibentuk langsung oleh Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Bima Zainuddin yang ditanyakan dasar dibayarnya insentif sebagian tenaga Honorer K2 mengaku, berdasarkan pengajuan dari Dinas Dikbud Kota Bima.

“Kita proses karena diajukan oleh Dinas Dikbud,” terangnya.

Ditanya apa sudah tahu jika hasil validasi K2 belum diumumkan?, Zainuddin menjawab tidak mengetahuinya. Karena proses pembayaran tersebut hanya karena berdasarkan pengajuan.

“Karena diajukan, ya kita bayar. Soal data validasi saya tidak tahu,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *