Warga Rite Pertanyakan Hadiah Lomba Kelurahan Terintegrasi, Lurah: Saya Sudah Pakai Bayar Hutang

Kota Bima, Kahaba.- Setelah disorot mengenai tidak transparan penggunaan anggaran Covid-19, warga kelurahan Rite Kecamatan Raba kembali mempertanyakan sikap lurah setempat yang tidak mau melaporkan penggunaan anggaran hadiah Lomba Kelurahan Terintegrasi Tingkat Kota Bima dan Provinsi NTB, yang dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli tahun 2019 lalu.

Ketua Tim Lomba Ichwanul Muslimin didampingi Lurah Rite saat memantau pemeriksaan administrasi kelengkapan di kantor setempat. Foto: Eric

Salah seorang warga setempat HN kepada media menyampaikan, selama lomba kelurahan terintegrasi tingkat kota dan Provinsi NTB masyarakat terlibat aktif membantu pemerintah kelurahan, mulai dari persiapan hingga hari pelaksanaan lomba.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama dan kekompakan seluruh elemen. Kelurahan Rite meraih juara I tingkat kota, dan lebih membanggakan meraih juara II tingkat Provinsi NTB,” ujarnya Kamis (28/5).

Tapi yang menjadi pertanyaan masyarakat kata HN, berapa jumlah dana hadiah juara I dan II lomba kelurahan terintegrasi tingak Kota dan Provinsi NTB. Sebab sampai saat ini, masyarakat tidak pernah diberitahu sejauh mana dana tersebut digunakan.

“Kami hanya mendengar nilai hadiah lomba Kelurahan Terintegrasi tingkat Kota itu Rp 10 juta, dan tingkat Provinsi NTB Rp 15 juta. Sehingga total hadiah Rp 25 juta rupiah. Tapi kemana dan dipergunakan untuk apa anggarna itu,” sorotnya.

Sampai saat ini kata dia, banyak masyarakat saling bertanya dimana anggaran hadiah tersebut. Hanya saja takut menyampaikan kepada jajaran pemerintah kelurahan.

“Kami tidak berharap banyak pada pemerintah kelurahan, minimal sekedar menggelar rapat evaluasi bersama seluruh elemen masyarakat. Anggaran hadiah itu dipergunakan untuk apa saja. Jika bisa menggelar acara syukuran. Karena keberhasilan menjadi juara tidak terlepas dari kontribusi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Lurah Rite Joharmin yang dimintai klarifikasi mengakui, dana hadiah tersebut memang tidak bisa dipergunakan untuk keperluan dan hal lain lagi. Sebab telah digunakan untuk membayar hutang seluruh persiapan dan kelengkapan lomba kelurahan terintegrasi berlangsung.

“Saya sudah gunakan dananya untuk bayar hutang. Bisa ditanyakan langsung pada pemilik toko di Kelurahan Nae milik mantan anggota dewan. Bahkan untuk menutupi biaya lomba tersebut, saya sampai menggunakan dana pribadi, itu saja,” tegasnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *