oleh

Pasca Reaktif 4 Karyawan Toko, Warga Kota Bima Diimbau Tetap Waspada

-Kabar Bima-6 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Bima telah menerima hasil Rapid Test Diagnostik (RDT) terhadap para ratusan orang karyawan sejumlah toko di Kota Bima. Berdasarkan hasil RDT tersebut terdapat 4 orang dinyatakan reaktif. (Baca. 4 Karyawan Toko di Kota Bima Reaktif Rapid Test)

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Bima, H A Malik. Foto: Bin

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Bima H A Malik menyebutkan,
Keempat orang tersebut yakni Ny H (26) warga kelurahan Jatiwangi, Ny IM (19) warga kelurahan Jatiwangi, Ny R (27) warga kelurahan Jatibaru dan Tn H (28) warga kelurahan Sadia. (Baca. Kondisi 3 Karyawan Hokky Mart Sehat dan tidak Ada Gejala)

Diakuinya, saat ini keempat orang pasien tersebut secara sukarela dan mandiri telah berada di Rumah Sakit Darurat STIKES Mataram, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan akan diambil sampel untuk swab test.

“Kondisi keempat pasien tersebut dalam keadaan baik,” ungkapnya, Sabtu (30/5).

Menurut Malik, pengambilan RDT disejumlah kawasan pertokoan pasca Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah ini sebagai langkah antisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Bima.

“Hasil RDT merupakan screening awal dan bukan menjadi rujukan terakhir, karena rujukan terakhir untuk covid 19 adalah hasil swab test,” tegasnya.

Ia pun mengimbau warga Kota Bima agar tetap tenang dan tidak panik serta tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 saat beraktivitas. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada para pemilik toko yang telah berpastisipasi aktif mendukung pemutusan mata rantai Covid-19 di Kota Bima.

Ucapan yang sama juga disampaikan kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan mata rantai penularan Covid-19.

“Kita semua adalah garda terdepan untuk mencegah dan menghentikan penularan virus ini,” katanya.

Malik juga mengajak agar tetap memperhatikan seluruh imbauan pemerintah, menerapkan physical distancing minimal dua meter, senantiasa menjaga kebersihan, sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, sebisa mungkin tetap berada di rumah serta selalu memakai masker jika terpaksa harus keluar rumah.

“Karena hanya dengan cara inilah kita bisa berkontribusi untuk mewujudkan keselamatan bersama. Sebab jika melanggar bukan hanya membahayakan bagi keluarga dan semua masyarakat,” pungkasnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini jumlah Pasien positif sebanyak 1 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 0 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 1 orang. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) 124 orang yang pernah melakukan perjalanan.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru