oleh

Akad Nikah Anak Wakil Ketua DPRD di Tengah Covid-19 Disorot Warga

-Kabar Bima-Dibaca 22 kali

Kota Bima, Kahaba.- Warga Kelurahan Rontu menyorot acara akad nikah anak Wakil Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih di kelurahan setempat, di tengah Pandemi Covid-19, Minggu malam (31/5).

Akad Nikah Anak Wakil Ketua Dprd Di Tengah Covid-19 Disorot Warga - Kabar Harian Bima
Suasana acara akad nikah anak wakil ketua dprd kota bima di kelurahan rontu. Foto: ist

Arun warga setempat saat menghubungi media ini mengatakan acara tersebut bahkan dihadiri beberapa pejabat lingkup Pemkot Bima dan sejumlah tamu undangan lain.



“Iya acaranya ramai. Namanya juga acara akad nikah,” ungkap Arun.

Menurut dia, pesta tersebut tentu saja melanggar protokoler pencegahan Covid-19. Sebab telah menghadirkan banyak orang. Padahal Pemerintah Kota Bima saat ini masih berjuang melawan penyebaran wabah berbahaya tersebut.

“Ini acara akad nikah bang, banyak orang yang datang. Bagaimana jika penyebaran Corona terjadi di sini, tamu yang hadir bersalaman dengan pengantin,” ujarnya.

Kata Arun, apa yang sudah dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bima tidak baik dan memberikan contoh yang tidak baik pula untuk masyarakat.

Sebab, tidak menutup kemungkinan warga lain juga melakukan hal yang sama, menggelar acara yang sama dan menghadirkan banyak orang di tengah Pandemi Covid-19.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih yang berusaha dihubungi media ini untuk klarifikasi, belum memberikan jawaban.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Pejabat yang melanggar biasa tidak masalah, lumrah, jangan heran. Kalau masyarakat yang melanggar aturan itu luar biasa dunia sudah terbalik. Mereka faham bahwa hal itu melanggar aturan. lalu mengapa harus dilakukan Tanyakan pada rumput yang bergoyang, tidak ada sikap yang bisa ditiru oleh masyarakat sedikitpun, kasihan melanggar hukum tp tidak.merasa,

  2. Hanya ada di negara +62, istilahx runcing dan tajam ke bawah.
    Ngomong² kok gak undang artis…biar ruame ???

  3. Ringa ja ku haba.. cou ma langgar aturan PSBK di ancam hukuman pidana 1 TAHUN PENJARA.
    Poda ja atau cuma HOAX ???

    NGGAHI RAWI PAHU

  4. Biasa kalau yg punya hajatan itu orang yang punya jabatan tapi kalau orang yang tidak memiliki jabatan dan sebagainya pasti di bubarkan dan di beri arahan ,,,
    Ini menunjukkan ketidak Adilan pemerintah terhadap masyarakat kecil,,,

Kabar Terbaru