oleh

Pesta di Tengah Pandemi Covid-19, KUA Raba Sejak Awal Sudah Ingatkan

-Kabar Bima-Dibaca 4 kali

Kota Bima, Kahaba.- Pesta akad nikah ajudan Walikota Bima dan anak Wakil Ketua DPRD Kota Bima di tengah Pandemi Covid-19 ramai diperbincangkan di jagad medsos. Tak sedikit juga yang menyesalkan acara itu dilaksanakan disaat pemerintah gencar melawan wabah berbahaya tersebut. (Baca. Akad Nikah Anak Wakil Ketua DPRD di Tengah Covid-19 Disorot Warga)

Pesta Di Tengah Pandemi Covid-19, Kua Raba Sejak Awal Sudah Ingatkan - Kabar Harian Bima
Pesta akad nikah anak wakil ketua dprd kota bima di kelurahan rontu. Foto: ist

Akad nikah dengan mengundang orang banyak tentu harus sepengetahuan dan seizin Kantor Urusan Agama setempat. Apakah KUA Kecamatan Raba telah memberikan izin? (Baca. Akad Nikah di Tengah Pandemi Juga Dihadiri Walikota dan Wawali Bima)



Kepala KUA Kecamatan Raba Ibnu Hajar mengaku, sejak permohonan nikah disampaikan pemilik acara, pihaknya telah memberitahu sekaligus mengingatkan, akad nikah tidak boleh dihadiri lebih dari 6 atau 7 orang.

“Itu aturan dan edaran yang mesti dipatuhi,” katanya.

Menurut Ibnu, pihaknya sejak awal sudah memberitahu dan mengingatkan. Juga dijelaskan aturan akad nikah. Apabila menikah di kantor KUA tidak dipungut biaya alias gratis. Sementara nikah di luar kantor KUA, biayanya Rp 600 ribu.

Lantas ditanya sikap KUA mengenai pesta akad nikah tadi malam yang ramai dihadiri undangan, bahkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Bima dan sejumlah pejabat? Ibnu mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Saat akad nikah tadi malam, pada posisi panggung tempat prosesi akad nikah hanya terisi 7 orang terkait ijab kabul saja,” terangnya.

Kenapa tidak diingatkan atau dihentikan prosesi pernikahan itu, apa karena disaksikan para pejabat penting daerah ini? Kepala KUA Kecamatan Raba ini beralasan tidak mungkin menghentikan prosesi akad nikah. Apalagi posisi tempat atau panggung akad nikah sesuai protap pernikahan saat.pandemi Covid-19.

“Soal segan dan tidak segan, saya tidak segan sama siapapun,” tegasnya.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. KUA SUDAH MENYAMPAIKAN PERSYARTAN SESUAI DENGAN PROTAP KUA. JADI TIDAK ADA MASALAH DENGAN KUA. ADA PELANGGAARAN OLEH SHOHIBUL HAJAT PADA ACARA PERNIKAHAN. ITU YANG DISESALI. SAAT INI KUA JADI SIMALAKAMA. KAMARIN DIMASJID ADA PROSESI AQAD NIQAH BERJALAN SESUAI DENGAN PROTAP KUA, DAN RAKYAT MEMATUHI ITU KARENA MEMANG KAREANA KEADAAN, MASYARAKAT TAHU JADI DILAKUKAN DI MASJID. KALAU DIBILANG MAMPU PASTI MAMPU SEBAB YANG AQAD KEMARIN ORANG KAYA, UANG PUNYA, PUNYA KOLEGA TAPI TAAT DENGAN ATURAN PEMERINTAH. TIDAK MELAKUKAN PEESTA, INI SANGAT DISRIMINATIF, DISATU SISI DILARANG, TAPI DISI LAIN PEJABAT DAERAH PESTA, LALU RAKYAT MENGADU PADA SIAPA LAGI KALAU PENYELENGGARA DAERAH SUDAH MELANGGAR ATURAN WABAH, BERIKAN SOLUSI PADA RAKYAT

  2. Beritanya sudah bagus, tapi harusnya, diceritakan dulu. Bagaimana situasi pernikahan itu.
    Siapa saja yang hadir. Seberapa banyak orang yang datang. Mereka apakah gunakan prptolol covid atau tidak.
    Baru dilengkapi ketentuan covid dan sebagainya.
    Sehingga informasi yg sampai ke publik jelas

  3. Tidak perlu di bela udah salah …. memang kua raba sering menikahkan orang dikampung kampung di kec raba selama 3 bulan terakhir dimasa covid bukti mreka tidak patuh dengan himbauan pemerintah. penyelenggara kok ga tau aturan. Kalo sudah begini Kalian salahkan masyarakat saja kalo kalian tegas tidak mungkin bisa terjadi. Kepala kemenag copot itu kepala kua bandel bikin malu institusi saja

Kabar Terbaru