oleh

Laskar Tani Donggo Soromandi Ancam Mengulang Peristiwa 72

-Kabar Bima-2 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ratusan massa aksi Laskar Tani Donggo Soromandi hingga saat ini masih memadati jalan di depan kantor Bupati Bima. mereka menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bima menaikan harga jagung yang saat ini sudah sangat merosot. (Baca. Laskar Tani Donggo Soromandi Tuntut Kenaikan Harga Jagung)

Laskar Tani Donggo Soromandi saat aksi di depan Kantor Bupati Bima. Foto: Yadien

Jika tuntutan itu tidak diindahkan oleh Pemda Bima, massa aksi mengancam peristiwa 1972 Donggo akan terulang.

Salah satu orator Jufran mengatakan, gerakan yang mereka bangun merupakan gerakan moral untuk memperjuangkan kepentingan petani yang saat ini dicekik oleh harga jagung yang sangat murah.

“Kami tegaskan, bahwa gerakan ini untuk petani kami,” katanya, Rabu (10/6).

Menurut dia, saat ini petani dikebiri oleh para tengkulak yang memainkan harga. Itu terjadi karena tidak adanya intervensi pemerintah untuk menyelamatkan nasib petani.

“Tengkulak berjaya memainkan harga. Petani kita sengsara,” ungkapnya.

Karena itu, mereka mendesak Bupati Bima agar segera membuat Peraturan Daerah (Perda) standarisasi harga jagung yang berpihak kepada nasib petani.

“Pemerintah harus hadir menjadi solusi untuk petani,” inginnya.

Jika tuntutan mereka tidak diindahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima, maka tidak menutup kemungkinan peristiwa 1972 Donggo akan terulang.

“Akan berdarah-darah nanti, kami ingatkan,” ancamnya.

Hingga saat ini, belum ada pejabat terkait yang menemui massa aksi. Sementara orasi masih terus berlanjut.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru