Tempat Pedagang di Pasar Amahami Dibongkar Sepihak, Dewan Turun Lapangan

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima dari Komisi II turun langsung ke Pasar Amahami, Kamis (11/6) menindaklanjuti pengaduan sejumlah pedagang setempat yang mengeluhkan tempat jualan mereka di Los A dibongkar secara sepihak oleh pemerintah.

Anggota DPRD Kota Bima dari Komisi II saat turun di Pasar Amahami. Foto: Ist

Anggota Komisi II DPRD Kota Bima Syahbuddin mengakui, mereka menerima kedatangan para pedagang Amahami di kantor setempat yang mengeluhkan pembongkaran sepihak oleh pemerintah bersama sejumlah aparat.

“Para pedagang ngeluh, karena pembongkaran ini tidak ada pemberitahuan lebih awal,” ungkapnya.

Berdasarkan pengaduan pedagang kata Duta Partai Gerindra itu, mestinya pemerintah menyiapkan lokasi lain untuk para pedagang berjualan, baru lapak mereka dibongkar. Agar saat ini juga mereka tetap bisa mencari nafkah di pasar tersebut.

Diakuinya, para pedagang yang datang mengadu tersebut tidak hanya di Los A, tapi di Los lain yang juga rencananya dibongkar hari ini. Pedagang meminta pemerintah agar lebih dulu menyiapkan lokasi lain, sebelum kebijakan pembongkaran diambil.

“Menindaklanjuti ini lalu kita turun. Sebelum ke Pasar Amahami, kita lebih dulu ke Dinas Koperindag,” terang Syahbuddin.

Ia mengungkapkan, hasil pertemuan dengan dinas terkait, meminta agar hari ini tidak dilakukan pembongkaran. Tetapi lebih dulu menyiapkan lokasi lain untuk pengganti tempat para pedagang.

“Pembongkaran hari ini mestinya tadi sekitar pukul 14.00 Wita. Tapi kita meminta agar ditunda dulu, kasihan pedagang,” katanya.

Setelah dari Dinas Koperindag sambung Syahbuddin, pihaknya lalu turun ke Pasar Amahami dan meninjau langsung kondisi pembongkaran yang telah dilakukan pemerintah dan aparat.

“Sudah kita minta ke pemerintah untuk tidak bongkar dulu. Kemana pedagang ini mau jualan kalau dibongkar di Los sebelahnya,” tegas Syahbuddin.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *