oleh

Awal Juli, BNI Bima Luncurkan KUR Bawang

-Kabar Bima-10 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Setelah suskes menyalurkan KUR sapi dan padi serta dan dirasakan manfaatnya oleh petani, dalam waktu dekat BNI Cabang Bima akan segera launching penyaluran KUR bawang. Rencana tersebut jika tidak ada kendala, akan dihelat awal Juli 2020.

Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir. Foto: Bin

Penyelia Kredit Mikro BNI Cabang Bima Irfan Mansyur menjelaskan, rencana penyaluran KUR bawang konsepnya sama dengan KUR jagung dan KUR sapi, sifatnya KUR mikro musiman atau pembayarannya pada saat panen. Dibayar sekaligus tergantung kesepakatan dengan para petani.

“Jumlah petani kalau saat ini baru dari satu distributor pupuk sebanyak 1.200. Hanya saja jumlahnya belum diverifikasi dari data pinjaman bank lain. Distributor lainnya juga pasti ada. Bahkan kemarin dari  CV Rahmawati sudah berkoordinasi dengan 70 agen pupuk yang juga memiliki masing-masing petani binaan, itu data-data telah kita himpun,” jelasnya, Rabu (17/6).

Untuk persiapan anggaran, kredit diberikan maksimum berdasarkan jumlah luas lahan yang dimiliki petani. Misalnya petani memiliki lahan sekitar 1 hektar, maka maksimum yang diberikan sebanyak Rp 30 sampai Rp 40 juta.

“Semakin kecil luas lahannya, maka makin kecil juga kredit yang akan diberikan,” papar Irfan.

Disinggung target dari penyaluran KUR bawang,  ia mengungkapkan bahwa sesungguhnya BNI tidak hanya membiayai ritel, artinya yang hanya memiliki nominal sedang. Tetapi BNI juga bisa masuk ke ranah mikro. Malah untuk beberapa tahun terakhir ini, BNI menyalurkan KUR tertinggi se-Indonesia, mengalahkan bank lain.

“Jadi konsep itu yang mau kita masuk, tidak hanya yang ritel, yang mikro pun bisa disalurkan,” katanya.

Diakui Irfan, sekarang pangsa pasar untuk Bawang Bima terbesar kedua setelah bawang Brebes. Keberadaannya pun tidak begitu berpengaruh dengan masalah Pandemi Covid-19 saat ini yang juga melanda daerah. Karena KUR ini sifatnya pembayaran pada saat panen, sementara Corona hanya memiliki efek bulanan.

“Harga bawang tidak terlalu bermasalah, untuk pengepul bawang pun dari harga terendah mereka bisa untung,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, KUR Mikro tidak memiliki jaminan. Hanya saja nanti BNI bekerjasama dengan collection agen. Mereka yang bertugas untuk menghimpun petani, mengabarkan kapan dilakukan pembayaran, kemudian menagih angsuran.

“Colection agen kami fungsikan nasabah yang telah menjadi debitur BNI,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir menambahkan, melatarbelakangi BNI Bima masuk pada wilayah KUR Bawang, karena petani di Bima juga didominasi para petani bawang. Bahkan secara nasional bawang Bima berada di posisi nomor 2 setelah Brebes. Kemudian yang kedua lahan di Bima terhampar luas dan lebih banyak ditanami bawang.

“Jadi potensi itu yang kami garap,” terang Amir.

Apalagi, berdasarkan pidato Menteri Pertanian yang baru – baru ini datang ke Bima, bahwa pemerintah sudah tidak lagi mengimpor bawang. Ini pun menjadi kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Karena dengan sendirinya harga bawang akan naik, sebab tidak ada tekanan pasar dari luar.

Seandainya pun petani gagal panen, sementara petani akan segera membayar angsuran, Amir mengutarakan bahwa BNI akan membijaksanai dengan restrukturisasi kredit. Apakah petani akan menunda pembayaran dengan panen berikutnya, bisa dilakukan.

Menurutnya, agar program ini tepat sasaran, saat ini BNI sudah bekerjasama dengan distributor dan pengecer pupuk. Mereka nanti akan dijadikan collection agen dan perantara bank yang akan memonitor kapan tanam dan jual, termasuk menagih.

“Nanti akan ada kerjasama, mereka mendapatkan fee penagihan, petani juga mengambil pupuk dari distributor dan pengecer ini. Jadi intinya ada yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Amir menambahkan, secara sosial dengan adanya KUR bawang, petani yang sebelumnya kesulitan modal kemudian mengakses bank bank gelap salah satunya rentenir dengan bunga tinggi, maka dengan KUR bawang ini hanya dengan bunga 6 persen.

“Apabila petani meminjam sebesar Rp 10 juta, cukup membayar bunga satu bulan sekitar Rp 50 ribu, ini luar biasa pemerintah, karena sangat membantu pera petani,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru