oleh

Dana Masjid Baitul Hamid Ratusan Juta Diduga Dikorupsi

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah pengurus Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba merasa kesal dan marah, karena permintaan untuk melaporkan penggunaan sejumlah dana tidak pernah direspon oleh ketua pengurus beserta bendahara. Bahkan masalah ini pernah diadukan awal tahun ini, hanya saja belum disikapi serius. (Baca. Sorot Tidak Transparan Kelola Anggaran Masjid Baitul Hamid, Warga Mengadu ke Yayasan Islam)

Ilustrasi

Salah satu sumber MN menceritakan, dugaan dana masjid itu disalahgunakan setelah dia bersama pengurus lain meminta Pemerintah Kecamatan Raba, untuk memfasilitasi pertemuan yang dihadiri unsur ketua dan pengurusnya.

Ia sempat pertanyakan beberapa item penggunaan anggaran, seperti harga motor second Rp 17 juta dan setiap tahun justeru membayar lagi pajak senilai Rp 5 juta. Lalu mempertanyakan kemana penggunaan uang Rp 600 juta dana masjid selam 5 tahun terakhir yang bersumber dari dana celengan masjid, pengelolaan aset serta bantuan donatur lain.

“Saat kami pertanyakan, justeru bendahara hanya menjawab ada, namun tidak bisa menunjukkan kepastian buktinya sampai saat ini. Bahkan permintaan rapat pengurus untuk memberikan laporan keuangan, tidak diindahkan,” kesalnya, Kamis (18/6).

Sumber lainnya DN menuturkan, dia menduga laporan ketua pengurus masjid H Sudirman dan bendahara banyak yang fiktif. Contohnya pembelian alat listrik dan ongkos tukang setiap tahun, padahal seluruh jamaah tidak pernah terlihat ada pemasangan listrik, meskipun hanya ada ganti kabel dan beli balon lampu.

“Saat melihat laporan penggunaan anggaran masjid, hanya sedikit yang bisa dibuktikan. Tapi yang lebih membuat kami curiga, semua pengadaan barang yang dibeli tidak ada bukti seperti kuintasi dari toko, dan laporan keuangan tidak pernah disampaikan,” sorotnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Masjid Baitul Hamid H Sudirman yang dimintai tanggapan, membantah semua apa yang dituduhkan. Karena selama kepengurusan, telah bekerja sesuai mekanisme.

Mengenai sorotan pembelian motor second itu juga tidak benar, karena dibeli dengan uang cash Rp 5 juta di dealer resmi dengan pembayaran angsuran setiap bulan sekitar Rp 1 juta lebih.

“Saya bantah membeli motor second, karena dibeli secara resmi di dealer, dan yang pasti masa pembayaran angsuran sudah selesai. Maka dari itu saya tegaskan telah bekerja sesuai aturan, dan semua laporan penggunaan dana masjid sudah disampaikan kepada pihak Yayasan Islam Bima,” bebernya.

Sudirman mengungkapkan, tidak secara semua dilaporkan kepada publik, tapi untuk dana keluar dan masuk selalu dilaporkan saat pelaksanaan ibadah sholat Jum’at. Namun yang pasti semua laporan hasil pekerjaan selama menjabat ketua pengurus masjid, dia sampaikan rutin setiap tahun kepada Yayasan Islam Bima.

Ia menjelaskan, karena masa tugas sebagai ketua pengurus sudah berakhir sejak 2 bulan lalu, saat mediasi di kantor Camat Raba pemerintah telah menunjuk sementara Plt ketua pengurus sembari menunggu pemilihan baru.

“Untuk penggunaan dana, bisa ditanyakan kepada Plt Ketua pengurus yang baru. Tapi yang pasti saya tidak pernah mengambil uang masjid sepeserpun. Untuk apa, sayakan sudah punya honor di kampus, bahkan selama menjabat ketua pengurus tidak pernah mengambil sepeserpun honor kerja,” bebernya.

Sementara itu Ketua Yayasan Islam Bima H Muhammad yang dikonfirmasi mengakui adanya laporan masyarakat tersebut. Tapi belum bisa memberikan komentar lebih jauh karena sedang ditelusuri oleh pengawas.

“Kami telah utus pengawas, dan telah bekerja selama 2 hari. Mereka akan mencocokan laporan dan fisik pekerjaan. Yang jelas nanti akan kami sampaikan hasilnya,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru