oleh

Wakasek SMAN 2 Kota Bima Bantah Gelapkan BKMM

-Kabar Bima-1.493 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Tudingan penggelapan dana Beasiswa Khusus Murid Miskin (BKMM) di SMAN 2 Kota Bima tahun 2010 yang disorot oleh salah seorang guru setempat dibantah keras oleh jajaran pimpinan sekolah itu. Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Kota Bima menyangkal telah memanipulasi data penerima beasiswa dan tidak menyalurkannya sesuai dengan nama siswa yang tercantum.

Ilustrasi
Ilustrasi

Ditemui Kahaba di sekolah tersebut, Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Kota Bima, Drs. Arifudin membantah tudingan rekan gurunya tersebut. Karena BKMM tahun 2010 lalu sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan sudah diterima oleh semua siswa yang namanya sudah terjaring. “Tudingan itu tidak benar, semua sudah dilakukan dengan baik dan tidak ada penggelapan,” tepisnya Rabu (26/12/2012).

Kata dia, dirinya sebagai Wakasek Kesiswaan hanya mendapat tugas untuk melakukan penjaringan nama siswa. Berikutnya, mengenai penyerahan beasiswa dilakukan oleh bendahara komite. “Dari awal sampai penyerahan beasiswa sudah melalui prosedur. Guru-guru juga dilibatkan. Saat uang cair pun, siswa di beritahu di berbagai kesempatan, termasuk saat upacara,” jelasnya.

Mengenai tak sesuainya nama orang tua siswa, ia mengaku, itu dilakukan asal saja. Karena pertimbangan waktu yang sempit di berikan oleh Dinas Dikpora Kota Bima. “Mengantisipasinya, nama orang tua siswa di tulis begitu saja. Tapi itu hanya beberapa orang saja. Namun yang pasti nama siswa yang berhak mendapatkannya tidak dirubah,” tandasnya.

Arifudin melanjutkan, masalah tersebut sudah dilaporkan oleh salah seorang siswa ke Polisi. Dirinya pun berharap masalah itu cepat tiba di meja Pengadilan, agar bisa diketahui siapa yang sebenarnya melakukan kesalahan. “Jika seandainya nanti saya tidak bersalah, saya akan melaporkan kembali Pak Abdul Hafidz dengan siswa yang melaporkan saya ke polisi,” ancamnya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bima Drs. H. Syahbudin yang dimintai keterangan mengenai hal itu juga membantah keras. Dirinya mengaku BKMM sudah diserahkan semua ke siswa. “Tidak ada yang tidak menerima BKMM itu, semua siswa sudah menerimanya. Bahkan laporannya sudah diserahkan ke Dinas Dikpora Kota Bima dan tembusan ke Dinas Dikpora Provinsi,” ujarnya.

Dia mengaku sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Abdul Hafid, S.Pd tersebut. Karena aksi buka-bukaan yang dilakukan oleh guru Bahasa Inggris itu tidak lebih awal melalui dirinya. “Saya ini atasan dia, mestinya lebih awal di beritahu dulu ke saya. Tapi Pak Abdul Hafid, S.Pd melakukan dengan caranya sendiri. Saya anggap dia itu orang yang sakit,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, permasalahan penyaluran beasiswa BKMM itu dipicu oleh pernyataan salah seorang guru PNS SMAN 2 Kota Bima, Abdul Hafid, S.Pd  yang menuding program BKMM tahun 2010 lalu di SMAN 2 Kota Bima sebagian besar tidak disampaikan kepada siswa yang berhak menerimanya. Kalaupun ada yang terima, namun hanya setengah saja. Sisanya, raib entah kemana. [BK]

Komentar

Kabar Terbaru