BPKAD Belum Temukan Berkas Dana Bantuan untuk Masjid Baitul Hamid

Kota Bima, Kahaba.- Setelah Bagian Kesra dan BPKAD berupaya mencari berkas tentang jumlah bantuan hibah yang diberikan untuk pengurus Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga, sampai saat ini belum juga ditemukan. (Baca. Dana Masjid Baitul Hamid Ratusan Juta Diduga Dikorupsi)

Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga. Foto: Google Map

Padahal bila telusuri dengan baik, maka akan mempermudah mencocokan dengan LPJ yang disampaikan pengurus masjid tersebut. Pasalnya selama 5 tahun sejak 2015-2020, tidak pernah mencantumkan bantuan dari Pemerintah Kota dan juga Provinsi NTB. (Baca. Sorot Tidak Transparan Kelola Anggaran Masjid Baitul Hamid, Warga Mengadu ke Yayasan Islam)

Kabag Kesra Setda Kota Bima H Ahmad yang dimintai tanggapan menyampaikan, saat ini pihaknya terus berupaya mencari tahu sudah berapa kali bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk masjid dimaksud. (Baca. Mantan Pengurus Masjid Baitul Hamid Beberkan Rincian Penggunaan Dana)

“Data ini masih terus kita cari, Inshaa Allah pekan depan sudah bisa diketahui apakah bantuan pernah diberikan atau tidak selama 5 tahun terakhir,” ujarnya, Jumat (26/6).

Sementara itu Kepala BPKAD Zainuudin yang dikonfirmasi mengakui berdasarkan hasil koordinasi dengan bendahara setempat, juga masih mencari berkas penyerahan bantuan masjid itu. Jadi dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, karena banyak berkas dokumen lain juga yang harus dipilah. (Baca. Klarifikasi Penggunaan Anggaran Masjid Masjid Baitul Hamid Dinilai Pembohongan Publik)

“Beri kami waktu untuk mencarinya, apabila sudah ditemukan kami akan sampaikan ke publik,” katanya.

Disinggung selama 5 tahun apakah pemerintah daerah pernah memberikan bantuan dana untuk Masjid Baitul Hamid Penaraga? mantan Kepala Bappeda itu enggan berkomentar jauh. Karena dana bantuan sifatnya harus pasti berdasarkan dokumen yang telah diajukan. (Baca. Ada Masalah, Bagian Kesra Tahan Pencairan Anggaran Masjid Baitul Hamid)

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. IMANAN

    PATUT DIPERTANYAKAN ADMINSTRASI KESRA DAN DPPKAD KOTA BIMA, ITU DOKUMEN NEGARA JANGAN SAMPAI HILANG HARUS DIPERTANGUNNGJAWABKAN. ARSIP ITU BUKAN HANYA YANG BERUPA DOKUMEN FISIK ,JUGA DIFAIL PASTI ADA, MANA BISA HILANG. 10 TAHUN ARIP BARU BISA DIPINDAHKAN. INI JAMAN TEKNOLOGI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *