Aksi Demonstrasi LMND Bima Berujung Bentrok dengan Aparat

Kabupaten Bima, Kahaba.- Massa aksi dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kabupaten Bima menggelar aksi demonstrasi depan Bandara Sultan Salahuddin Bima, Kamis (2/7) sekitar pukul 09.00 wita. Aksi berakhir bentrok antara mahasiswa dan polisi.

Bentrok antara LMND dengan aparat di depan Bandara. Foto: Ist

Bentrok bermula saat mahasiswa menyampaikan tuntutan di tengah jalan. Polisi yang melakukan pengamanan berusaha untuk menggeser posisi massa, karena menganggu pengendara. Cekcok pun tak bisa dihindari, aparat lalu mengejar salah seorang mahasiswa dan bentrok pun tak bisa dihindari.

Ada sejumlah tuntutan mahasiswa yang disampaikan saat demonstrasi berlangsung, seperti mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis. Lalu ganti haluan ekonomi liberal menuju ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945.

“Kami juga meminta bubarkan BPJS dan wujudkan Jamkesrata dan kembali ke Jamkesmas,” teriak Korlap Aksi Wanda Ardiansyah, saat orasi dengan pengeras suara.

Tidak hanya itu, massa LMND itu mendesak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mencopot Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara NTB, yang telah menyetujui pembangunan Jeti Sungai Padolo di Kota Bima. Padahal tidak memiliki Izin Reklamasi dan menyalahi aturan.

“Kami juga mendesak Kapolda NTB memproses dan mengadili Walikota Bima, karena mengeluarkan izin pembangunan Jeti Sungai Padolo di dalam Wilayah Otoritas Sahbandar Pelabuhan Bima,” tegasnya.

Sejumlah tuntutan lain juga disampaikan mahasiswa. Kendati sempat bersitegang dengan aparat, namun massa aksi di depan bandara tidak gentar dan terus menyampaikan tuntutan agar menjadi perhatian publik.

Pada kesempatan itu, massa aksi juga mengapresiasi Kapolda NTB dalam memberantas jaringan pengedar narkoba di wilayah Bima pada khususnya.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *