Hasil Monitoring Dewan Pendidikan, Puluhan SD Kekurangan Guru

Kota Bima, Kahaba.- Berdasarkan monitoring Dewan Pendidikan Kota Bima, sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) kekurangan guru. Ada puluhan tenaga guru kelas maupun guru mata pelajaran yang kurang. Khusus guru kelas, kekurangan karena ada yang bersertifikat Calon Kepala Sekolah (Cakep) dan telah dilantik menjadi kepala sekolah.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bima Abdul Azis. Foto: Ist

Diakui Ketua Dewan Pendidikan Kota Bima Abdul Azis, untuk kondisi saat ini ada sekitar 34 SDN kurangan guru kelas, dengan kisaran jumlah mencapai 1 sampai 6 orang tenaga pendidik. Kemudian ada sekitar 15 guru SDN yang mengalami kekurangan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Kondisi ini terungkap saat Dewan Pendidikan melakukan kegiatan monev PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 di semua sekolah di Kota Bima,” katanya, Sabtu (4/7).

Menurut mantan Plt Kadis Dikbud Kota Bima itu, sekolah yang paling banyak mengalami kekurangan guru kelas yakni SDN 5 Rabangodu Utara, yaitu sebanyak  6 orang. Ini disebabkan adanya 4 orang guru kelas baru diangkat menjadi kepala sekolah. Kemudian disusul SDN 66, guru 5 orang dan hanya memiliki 1 orang guru kelas untuk 6 Rombongan Belajar (Rombel).

Sementara SDN 1 Melayu kekurangan 4 orang guru kelas,  SDN 21 Tolomundu kekurangan 3 orang guru kelas, 1 orang guru PJOK dan 1 orang guru PAI. Sedangkan SDN 13 Kolo, SDN 3 Jatiwangi dan SDN 46 Jatiwangi masing-masing kekurangan 3 orang guru kelas serta.

“Masih banyak sekolah lain lagi yang kekurangan guru kelas,” bebernya.

Azis mengungkapkan, terdapat 24 SDN yang memiliki kelebihan guru kelas, yaitu 8 SDN kelebihan guru PJOK dan 15 SDN yang kelebihan guru PAI. Seperti di SDN 42 Manggemaci kelebihan guru kelas 5 orang, SDN 6 Kodo dan SDN 67 Rabantala masing-masing kelebihan 4 orang guru kelas. Lalu SDN 49 Rabangodu Selatan, SDN 52 busu dan SDN 65 Spaga masing-masing kelebihan 3 guru kelas dan masih banyak sekolah yang kelebihan guru kelas maupun guru mata pelajaran.

Untuk mengatasi masalah ini, apalagi tidak lama tahun ajaran baru 2020/2021. Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Dikbud untuk segera melakukan mutasi agar pemerataan penempatan guru.

“Mutasi juga belum sepenuhnya bisa mengatasi masalah kekurangan guru, karena jumlah kekurangan lebih banyak dari jumlah kelebihan. Tapi untuk solusi jangka panjang, pemerintah harus membuka formasi penerimaan guru kelas dan guru mata pelajaran dalam rekrutmen CPNS dan PPPK nanti,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. MENO

    Sejak Bapak menjadi Kadis dikopra kota Bima, ada beberapa Sdn dan inpres murid kurang dari 100 orang sampa.hari ini masih berjalaj,bapak biarkan itu dan tdk pernah dilaporkan kepada wali kota dan wakil wali kota bima harus x itu yang dilaporkan, kl soal guru x kurang masih dibiasa dibantu oleh guru-guru honor pak Azis bagaimana ini dewan kot,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *