oleh

H Arifin Datangkan Profesor Pertanian dan Investor, Bagaimana Jika Nanti Jadi Bupati Bima

-Kabar Bima-20 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ingin membuktikan keseriusannya membawa perubahan yang lebih baik untuk masyarakat Kabupaten Bima, Bakal Calon Bupati Bima H Arifin beberapa hari terakhir mendatangkan seorang profesor di bidang pertanian asal Banten Tubagus Pera dan perwakilan investor Hendra Herlambang.

Bakal Calon Bupati Bima H Arifin bersama Profesor Tubagus Pera dan Investor Hendra Herlambang. Foto: Bin

Keinginan H Arifin, dua orang tamu yang dibawa dari luar Daerah Bima itu melihat langsung kondisi Bima, lebih khusus untuk sektor pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata, agar bisa dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Saat pertemuan dengan sejumlah media di Posko Pemenangan H Arifin di Kelurahan Pane Kota Bima, Minggu (5/7) Tubagus Pera menyampaikan bahwa dirinya selaku Tim Teknis Konsultan Perencanaan Program H Arifin, akan menerapkan pengembangan 4 sektor masing-masing pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata menggunakan sistem teknologi.

Ia memberi contoh, seperti pengembangan sistem pertanian, akan menggunakan molekul karena memiliki dampak keuntungan untuk petani.

“Kami sudah melakukan uji coba di Jawa Barat dan Banten, bahwa rata-rata untuk pertanian jagung menghasilkan panen dalam 1 hektar sekitar 8 ton. Pada uji coba kami, justru bisa menghasilkan 2 kali lipat, dan itu yang menguntungkan para petani,” ungkapnya.

Kemudian ke depannya, ia akan menerapkan konsep industri dari produk turunan jagung, salah satunya jagung putih. Produk turunannya adalah dibuatkan susu kental manis dan yougart. Artinya secara hitungan bisnis dan analisa dagang bahwa, jika jagung rata-rata 5 ribu perkilogram, maka tidak menutup kemungkinan dengan menciptakan produk turunan, bisa dijual Rp 700 ribu perkilogram.

“Dan kita sudah hitung semua, berdasarkan hasil uji coba yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Untuk pasar sambung Tubagus Pera, karena dirinya memperjuangkan H Arifin sebagai Bupati Bima, ia berharap nanti untuk memenuhi pangan masyarakat dibuatkan regulasi yang mengatur bahwa masyarakat Bima wajib mengkonsumsi apa yang diproduksi oleh petani Bima.

Ia juga mengungkapkan, saat ini Jepang sudah dua kali menanyakan kepada dirinya membuat pabrik pengalengan ikan. Berdasarkan pengamalannya, di Bima sangat baik untuk dibangun industri tersebut.

“Bima kaya akan hasil laut, kenapa tidak dibuatkan industri pengalengan ikan. Dalam bayangan saya, Bima cocok menjadi sentral industri tersebut,” katanya.

Pada sektor peternakan pun begitu. Pihaknya akan melakukan tata usaha kelola sarat dengan manajemen. Karena setelah ia melihat lokasi di Wera, peternak sapi tumbuh kembang dengan tradisi masing-masing, hanya saja minim dikelola dengan teknologi dan sistem.

Misalnya, ke depan jika dilakukan penggemukan sapi, kulitnya akan diproduksi dengan teknologi untuk kepentingan di daerah daerah besar. Karena saat ini, manusia membutuhkan kulit yang berteknologi untuk mendetoksifikasi anatomi tubuh. Kulit sapi yang diproduksi kemudian dibuat pakaian kesehatan untuk mendetoksifikasi tubuh, bisa juga men – treatment darah.

“Juga perlu untuk membuat tali jam, karena bisa mendetoksifikasi anatomi tubuh, dan itu semua bahannya dari kulit sapi. Jadi tidak menutup kemungkinan Bima akan menjadi sentralisasi industri itu,” terangnya.

Untuk produk turunan dari Sapi juga kata Tubagus Pera, juga akan dibuat. Seperti daging untuk kebutuhan bakso dan penyedap rasa. Semua akan dibuatkan klaster, sehingga dari salah satu bahan dasar bisa dikembangkan untuk kebutuhan hidup manusia.

Pada sektor pariwisata, dirinya telah melihat beberapa spot yang perlu dikembangkan dengan maksimal. Apalagi Bima sejumlah lokasi wisata tersebut memiliki nilai – nilai sejarah.

“Saya berharap ini bisa bersinergi, kesamaan visi dengan H Arifin untuk membangun Bima, dan saya siap untuk penerapannya. Nanti juga kita minta masyarakat kampus untuk menjembatani 4 sektor tersebut,” inginnya.

Tubagus Pera berkeinginan, jika H Arifin menjadi Bupati Bima, lembaga seperti Litbang harus dibangun untuk menjembatani kepentingan pemerintah, pengusaha dan petani. Sehingga ketika ada pengusaha masuk, legal aspeknya jelas dan Bima memiliki regulasi dan kepentingan untuk melindungi keinginan petani.

“Jadi semua kepentingan pemerintah, petani dan pengusaha akan diakomodir oleh lembaga Litbang tersebut,” katanya.

Disinggung soal pupuk, ia bersama H Arifin sudah membahas bagaimana kelangkaan pupuk yang terjadi di Bima. Ia pun memberi gambaran kepada calon Bupati Bima tersebut untuk membangun industri pupuk yang bahan bakunya diambil dari Bima.

Konsepnya, industri pupuk nanti berupa organik dan teknologi. Artinya bisa mengorganikan tanah secara otomatis dan bisa suport pertumbuhan akar serta menghasilkan buah yang melimpah. Pupuk yang dimaksud itu dibuat menggunakan teknologi nuklir.

“Pupuk nanti kita distribusikan untuk kepentingan petani. Jadi tidak ada lagi kerawanan pupuk,” jelasnya.

Di tempat yang sama, perwakilan investor Hendra Herlambang mengaku siap mendukung apa yang menjadi visi dan misi H Arifin dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian untuk urusan investasi, ia memberi jaminan untuk siap membantu sepenuhnya.

“Terutama untuk persoalan-persoalan yang selama ini menjadi kendala, pun untuk masalah anggaran, akan kita dukung,” tegas Hendra.

Sementara itu, H Arifin yang disinggung soal komitmen jika menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bima menegaskan, ia akan melakukan semua yang dijelaskan oleh Profesor tersebut jika diamanahkan menjadi pemimpin di Kabupaten Bima. Terlebih yang dilakukan itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disemua aspek.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru