Kasus Baru Positif Covid-19 di Kota Bima Menandakan Daerah Belum Aman

Kota Bima, Kahaba.- Munculnya kasus baru positif Covid-19 di Kota Bima menurut Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin, menandakan bahwa daerah tidak benar-benar dalam keadaan aman. Apalagi pasien 06 inisial DZ tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah yang dianggap zona merah. (Baca. Lagi, Seorang Warga Kota Bima Terkonfirmasi Positif Covid-19)

Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin. Foto: Bin

“Dari kondisi seperti ini saya berharap Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bima lebih khusus lagi Dikes untuk lebih masif melakukan Rapid Tes massal, agar kita yakin gambaran kota ini yang sebenarnya dan memastikan daerah kita aman dari wabah ini,” terang Amir, Selasa (7/7). (Baca. Pasien Covid-19 di Kota Bima DZ Merupakan Teller Bank)

Menurut Duta PKS itu, pasien yang terindikasi terakhir itu katanya melakukan Rapid Test mandiri. Artinya kalau saja DZ tidak melakukan Rapid Tes, tidak akan ada yang tahu bahwa di lingkungan sekitar ada yang positif. (Baca. Kasus Positif Covid-19 DZ tidak Mengubah Kebijakan Pemerintah)

Amir juga mengaku heran, padahal dulu ketika mengikuti rapat kordinasi dengan eksekutif, disebutkan alat Rapid Test di Kota Bima tersedia sebanyak 2.200. Jika saja disetiap kelurahan dilakukan 30 sampling tes, mungkin bisa mendapatkan gambaran sederhana kondisi Kota Bima yang sesungguhnya.

“Makanya sampai hari ini kita minim mendapatkan informasi sudah seberapa banyak kita melakukan Rapid Test di kota ini,” sentilnya.

Amir menambahkan, kondisi New Normal yang diharapkan bisa merubah kebiasaan masyarakat untuk hidup sesuai dengan standar protokol kesehatan justru sering diabaikan, karena masyarakat sudah merasa capek dengan kondisi ini, dan itu menjadi PR bersama.

“Saya pun sepakat dengan Pak Wali untuk tidak terburu-buru merubah kebijakan cuma karena munculnya satu kasus baru. Tapi yang terpenting bagi saya pemerintah juga harus masif melakukan pencegahan di tingkat bawah,” tambahnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *