Program Bedah Rumah di Manggemaci Dituding tidak Adil

Kota Bima, Kahaba.- Warga Kelurahan Manggemaci mengeluhkan program bedah rumah dari Pemerintah Kota Bima tahun 2020. Pasalnya, pelaksanannya saat ini dinilai tidak adil.

Kondisi rumah warga di Manggemaci yang memprotes program bedah rumah. Foto: Ist

Salah seorang warga RT 01 RW 02 Kelurahan setempat inisial AG memprotes program ini. Sebab, dulu ada pihak dari Pemerintah Kota Bima turun survei kondisi rumahnya. Setelah program berjalan, ia justru tak mendapatkan bantuan bedah rumah.

“Rumah saya dianggap sangat layak mendapatkan bantuan tersebut. Tapi ko’ sekarang justru dihapus dari penerima manfaat,” keluhnya, Jumat (10/7).

Warga yang sama AS (35) juga menanyakan rumah neneknya yang sudah rusak, kenapa justru tidak dapat bantuan bedah rumah. Sementara ada oknum pegawai lurah malah dapat bantuan dimaksud.

Kemudian warga lain di RT 01 RW 02 inisial SS (32) pun mengeluhkan bantuan bedah rumah yang sangat diharapkannya tak kunjung didapat.

“Yang dapat bantuan bedah rumah ini termasuk oknum pegawai lurah. Setiap turun bantuan selalu dia yang dapat bantuan duluan,” ungkapnya.

SS menilai pemerintah pilih kasih memberikan bantuan. Orang yang lebih berhakjustru diabaikan. Ia menilai program ini banyak yang tidak tepat sasaran.

“Kami hanya ingin keadilan dari pemerintah agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Lurah manggemaci Yusuf mengakui terdapat nama yang telah diganti terkait program bedah rumah. Karena surat kepemilikan tanahnya bukan nama pemilik yang sekarang melainkan, nama orang tuanya.

“Seperti pak Dahri itu surat kepemilikan tanahnya adalah milik orang tuanya,” terang Lurah.

Selain itu, ia menyarankan kepada warga yang tidak dapat bantuan bedah rumah dapat ditanyakan langsung ke fasilitatornya di tahun 2019 lalu yang turun bersama pihak RT.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *