Sumbangsih Kemanusiaan, Calon Bupati Bima H Arifin Bagikan APD di Puskesmas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bakal Calon Bupati Bima H Arifin yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada 2020 membagikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada jajaran tenaga medis di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Bima, Senin (13/7).

Bakal Calon Bupati Bima H Arifin saat membagikan APD di Puskesmas Ambalawi. Foto: Ist

“Aksi nyata H Arifin membagikan APD adalah bentuk sumbangsih kemanusiaan yang bersumber dari biaya pribadi,” ungkap Ketua Tim Sukses H Arifin, Ilham A Rasul.

Diakui Ilham, langkah yang dilakukan H Arifin membagi APD adalah wujud kepeduliaan di tengah merebaknya wabah Covid-19 yang belum redah hingga saat ini. Apalagi hingga sekarang masih ada beberapa warga Bima yang terkonfirmasi positif wabah menular tersebut.

Menurut dia, bukan hanya di Puskesmas Ambalawi, H Arifin juga membagikan APD ke puskesmas lainnya guna membantu tugas dan agenda pemerintah mengatasi Covid-19.

Karena tenaga medis yang terlindung dengan fasilitas APD, adalah bagian dari protokol kesehatan untuk menangkal tenaga medis terpapar dari potensi virus Covid-19 ketika menangani pasien yang terpapar.

“Selain di Puskesmas Ambalawi, juga dibagikan ke Puskesmas Wera, Puskesmas Woha, Puskesmas Sape, Puskesmas Ngali sedang berlangsung pembagian APD hari ini dari H Arifin,” katanya.

Faktor utama yang mendasari H Arifin membagi APD kepada tenaga medis sambung Ilham, adalah dorongan moral kemanusiaan dengan maksud mencari Ridho Allah SWT dalam rangka memudahkan segala daya upaya atas niatnya menjadi Bupati Bima 2020.

“H Arifin punya komitmen yang tinggi untuk melakukan pembenahan manajemen, penguatan infrastruktur kesehatan serta ketersediaan tenaga medis dengan pelayanan cepat dan bebas biaya bagi warga miskin,” tegasnya.

*Kahaba-01/Adv

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *