Jenazah TKW Asal Dara Akan Dipulangkan Pekan Depan

Kota Bima, Kahaba.- Setelah melalui berbagai upaya koordinasi, jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Murni dipastikan pulang dan dikuburkan di tanah kelahirannya.

Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bima Amsor. Foto: Eric

Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bima Amsor menyampaikan, kepastian kepulangan jenazah pahlawan devisa tersebut setelah pihak keluarga almarhumah bersama pihaknya dan juga anggota DPR RI H Muhammad Syafruddin berkoordinasi dengan BP3MI Mataram, Konjen RI dan Konsulat RI di Malaysia.

“Setelah melalui proses komunikasi dan negoisasi, jenazah almarhumah akan dipulangkan pekan depan,” ujarnya, Senin (13/7).

Amsor menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima jenazah akan diberangkatkan dari Malaysia menggunakan jalur udara pada tanggal 18 Juli, perkiraan waktu perjalanan selama 3 hari untuk tiba di Kota Mataram NTB atau pada tanggal 21 Juli. Lamanya 4 hari diperjalanan, karena aturan saat ini cukup ketat karena masih darurat Covid-19.

“Setelah tiba di bandar udara Lombok, maka langsung dijemput menggunakan ambulance rumah sakit. Kemudian diantar di Kelurahan Dara dan rencananya dikuburkan tanggal 22 Juli,” katanya.

Sementara itu pihak keluarga TKW Efendy menambahkan, berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya memulangkan jenazah Murni, terutama Disnaker Kota Bima, anggota DPR RI H Muhammad Syafruddin yang begitu cepat merespon permintaan keluarga saat menyambangi kediamannya di Kelurahan Nae. Bahkan ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya yang menyempatkan diri untuk melayat, dan memberikan santunan.

“Terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu, semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *