Pendidikan Harus Berjalan, Dikbud Gunakan Program Blendid

Kota Bima, Kahaba.- Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan SE Gubernur yang tidak mengizinkan sistem pembelajaran secara tatap muka, namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memiliki program baru untuk memperkenalkan metode pembelajaran baru.

Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H. Syamsuddin. Foto: Bin

Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H Syamsuddin menyampaikan, saat ini lembaga pendidikan diberikan program pembelajaran gabungan sistem daring dan luring bernama blendid.

“Program ini berupa tutorial dengan membagikan tugas di sekolah, kemudian dibawa untuk dikerjakan di rumah siswa,” ujarnya, Selasa (21/7).

Syamsuddin menjelaskan, sistem pembelajaran ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi orang tua murid yang memiliki keterbatasan alat kelengkapan. Seperti handphone dan juga jaringan paket internet yang belum ada.

“Dengan berinteraksi belajar melalui tutorial, maka siswa mendapatkan materi belajar serta berinteraksi dengan guru. Selain itu tugas yang diberikan nanti akan dikerjakan di rumah siswa, didampingi orang tua murid untuk memberikan bimbingan,” katanya.

Selama sistem belajar tutorial ini dilaksanakan, pihaknya telah menekankan kepada seluruh lembaga pendidikan untuk menjalankan protokoler Covid-19. Yaitu menjaga jarak meja belajar siswa, sistem shift secara bergiliran, hindari bersalaman, menyediakan tempat cuci tangan hingga penyediaan alat thermo gun untuk memeriksa suhu badan siswa.

“Selama protokoler Covid-19 diterapkan, maka pendidikan dasar bagi siswa dapat terlayani dan tercukupi dengan baik,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *