Walikota Bima Serahkan Bantuan Hibah Sarana Pendukung Perikanan Budidaya

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima menyerahkan bantuan hibah sarana dan prasarana pendukung perikanan budidaya untuk kelompok Pokdakan KB Lewi Loa dan Pokdakan lele berkah di Rabadompu Timur Rabu (22/7).

Walikota Bima saat meninjau perikanan budidaya usai menyerahkan bantuan hibah sarana dan prasarana. Foto: Dok Hum

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima Hj Siti Zaenab saat laporan menyampaikan jumlah kelompok yang akan dibantu untuk tahun 2020 sebanyak 20 kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan berupa bibit lele sebanyak 2.000 ekor, nila 1.000 ekor, terpal sebagai kolamnya 3 unit, pakan 270 kg dan 1 buah pompa.

“Pembagian ini merupakan bagian dari wujud realisasi dari visi misi Walikota dan Wakil Walikota dalam menciptakan sepuluh ribu lapangan kerja baru,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi saat sambutan menyampaikan bantuan hibah sarana dan prasarana pendukung perikanan budidaya sebagai salah satu program pemberdayaan, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pemerintah sekarang telah merekrut tenaga penggerak ekonomi yang bertujuan untuk memantau hasil perkembangan bantuan-bantuan yang diberikan dan akan mendata masyarakat yang sudah dan belum pernah mendapat bantuan,” paparnya.

Walikota menjelaskan, menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk memangkas beberapa anggaran yang akan di transfer ke daerah. Demikian juga dialami Kota Bima, untuk tahun ini anggaran yang tidak ditransfer dari pusat sebesar Rp 121 miliar dan Pemerintah Kota Bima juga telah mengalokasikan lagi anggaran sebesar Rp 28 miliar untuk penanganan Covid-18 di Kota Bima.

“Khusus untuk program pemberdayaan masyarakat Pemkot Bima tidak melakukan pemangkasan walaupun dana hibah lainnya tetap dipangkas, ini sebagai komitmen kita dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Lutfi berharap dengan adanya bantuan seperti ini anggota kelompok mampu mengelola dan merawat dengan baik, pasar ikan akan tercipta dengan sendirinya kalau ini menjadi hal yang rutinitas. Tapi jika bantuan ini hanya dilakukan tiba masa tiba akal, semuanya tidak akan tercipta.

“Kalaupun bantuan ini mampu dikelola dengan baik, Kelurahan Rabadompu Timur nantinya jadi kelurahan percontohan,” terangnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *