Jika Pasien Covid-19 Terus Bertambah, PKM Difungsikan untuk Penyangga RS Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Bima Rabu kemarin, bertambah sebanyak 25 orang. Puluhan orang pasien tersebut pun mulai diisolasi secara mandiri di Puskesmas (PKM) Paruga sejak tanggal 20 Juli 2020. (Baca. Transmisi Lokal, Hari Ini Pasien Covid-19 di Kota Bima Bertambah 25 Orang)

Kepala Dikes Kota Bima H Azhari. Foto: Bin

Apabila jumlah pasien positif semakin bertambah banyak, Pemerintah Kota Bima melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 berencana akan memanfaatkan semua PKM yang ada – kecuali PKM Mpunda karena masih rehab – untuk penyangga rumah sakit secon line (RSUD Kota Bima). (Baca. Tidak Dirawat Dengan Baik, Pasien Covid-19 Ribut di PKM Paruga)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima H Azhari menjelaskan, setelah 25 orang ini dinyatakan positif, pihaknya mengadakan rapat dan menentukan terlebih dahulu bahwa PKM Paruga ini menjadi penyangga. (Baca. Gejolak di PKM Paruga, Azhari: Penanganan Hasil Reaktif dan Positif Covid-19 itu Berbeda)

“Menentukan itu harus ada keputusan Walikota, baru dikirim ke Gubernur,” katanya, Kamis (30/7).

Diakui Azhari, awalnya memang jika ada yang positif Covid-19 akan dibawa ke RSUD Bima, sebagai rumah sakit rujukan. Tapi karena sudah penuh, maka pasien dimaksud dirawat ke RSUD Kota Bima sebagai rumah sakit second line. (Baca. Positif Lagi, Corona Papar 6 Orang Staf BKD Kabupaten Bima)

“Nah kita kan tidak pernah tahu apa yang terjadi besok-besok, kalau bertambah banyak dan di RSUD Kota Bima juga penuh, maka bisa dimanfaatkan semua jaringan lembaga kesehatan atau PKM untuk penyangga,” jelasnya. (Baca. Beredar Isu Tak Sedap dari Pasien Positif Covid-19 di PKM Paruga)

Ia menambahkan, hari ini juga pihaknya akan menugaskan sejumlah tenaga kesehatan yang telah di SK kan untuk memberikan perawatan kepada 25 pasien positif Covid-19. Sembari mengurus dokumen untuk menetapkan PKM sebagai penyangga RSUD Kota Bima.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *